Flash News
No posts found

PUNCAK KEKESALAN!!!!!

Warga bersitegang dengan pengurus truk tambang. (gambar atas) massa memblokir jalan di dekat balai desa narukan, Senin pagi.

Warga bersitegang dengan pengurus truk tambang. (gambar atas) massa memblokir jalan di dekat balai desa narukan, Senin pagi.

Kragan – Puluhan warga desa Narukan Kec. kragan, hari Senin (15 September 2014) memblokir jalan, sebagai bentuk protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Suasanapun sempat tegang.

Tak hanya dari desa Narukan, warga juga datang dari desa Sudan dan Sumurpule Kec. Kragan. Mereka berkumpul di depan balai desa narukan. Massa melancarkan protes kepada pemerintah, karena jalan penghubung antar desa rusak parah. Selama dua tahun terakhir, tidak pernah diperbaiki. Namun hanya diuruk batu tras, sehingga menimbulkan debu pekat pada siang hari. Iring iringan truk pengangkut bahan tambang sejak pagi sampai sore, memperparah polusi udara.

Bambang Suroso, tokoh masyarakat desa Narukan mengungkapkan selain menghambat lalu lintas, kesehatan masyarakat terutama anak anak menjadi terganggu. Kebetulan sejumlah Sekolah Dasar berada di pinggir jalan raya, debu membuat kegiatan belajar mengajar tidak nyaman lagi. Menurutnya pemblokiran adalah bentuk puncak kekesalan, setelah sekian lama memilih diam dan bersabar.

Aksi semula diawali dengan menghadang truk tambang. Ada 3 truk yang dicegat, kemudian sopir dipaksa menumpahkan muatan batu tras, agar jalan tertutup tidak bisa dilewati. Gundukan tras juga ditanami pohon pisang. Sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan pengurus truk tambang, karena menolak menurunkan muatan. Tapi tidak sampai meluas, setelah dilerai warga dan aparat.

Warga desa Narukan lainnya, Jaswa Dwi Indra mengatakan selain menuntut perbaikan jalan, kelak pengusaha tambang harus membantu menyemprot jalan dengan air. Selama ini masyarakat yang depan rumahnya dilalui truk tambang tidak mendapatkan apa apa, selain debu.

Akibat penutupan itu, arus lalu lintaspun terhambat. Pengendara motor bisa melewati jalur lain masuk ke dalam perkampungan, sedangkan mobil dan truk terpaksa langsung balik arah.

Selang dua jam, pegawai dinas pekerjaan umum (DPU) Kabupaten Rembang turun ke desa Narukan.

Mereka berharap pemblokiran segera dibuka. Namun warga menghendaki sehari ini jalan harus diblokir. Kalau besok alat berat Pemkab Rembang tiba untuk memperbaiki jalan, warga baru mau membuka pemblokiran.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Rembang, Rahardjo menyampaikan nantinya akan mengatasi melalui perbaikan sementara. Begitu ada pemenang tender lelang proyek, jalan rusak Pandangan – Gandrirojo siap dibeton, dengan anggaran Rp 15 miliar.

1 Komentar

  1. mbah kung

    Ayo pemerintah, ndang cekat ceket mbangun…. aja ngetung bathikorupsine thok…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *