Flash News
No posts found

Pencuri Merajalela, Panen Dipercepat

Marjuki, petani tembakau warga desa Tlogotunggal Kec. Sumber menjaga lahan tembakaunya yang baru saja digasak pencuri, Senin malam.

Marjuki, petani tembakau warga desa Tlogotunggal Kec. Sumber menjaga lahan tembakaunya yang baru saja digasak pencuri, Senin malam.

Sumber – Pusing dengan merebaknya pelaku pencuri daun tembakau bagian atas, sejumlah petani di Kec. Sumber memilih panen lebih cepat.

Maryono, petani tembakau warga dusun Bulak desa Randuagung Kec. Sumber mengaku masih bisa panen tiga kali lagi. Dirinya nekat memetik daun, meski belum waktunya. Cara tersebut lebih baik, daripada keburu hilang dicuri. Sesekali kalau malam tetap datang memantau kondisi lahan, untuk mengantisipasi aksi pencurian.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kec. Sumber, Marzuki mengatakan aksi pencurian hampir merata di sejumlah desa. Ia sendiri kehilangan sekira 12 ribu lembar daun tembakau, dengan nilai kerugian Rp 2 juta. Dalam semalam pelaku pencuri berpindah pindah, sudah pasti meraup “penghasilan haram” belasan juta rupiah. Diduga mereka lebih dari satu orang, karena untuk mengangkut daun tembakau, juga lumayan berat.

Pernah pencari tokek memergoki seseorang terburu buru membawa tembakau, melaju di jalan sebelah timur Randuagung. Pelaku lolos, karena mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Dipastikan mereka mengetahui seluk beluk daun tembakau berkualitas. Semua daun yang hilang, merupakan daun atas. Ketika dijual, harganya bisa mencapai Rp 30 ribu lebih per kilo gram. Selain memperketat penjagaan, pria warga desa Tlogotunggal ini menganggap percepatan masa panen termasuk solusi mengurangi kerugian. Pihaknya mendorong para petani kompak mengamankan lahan, harapannya pelaku cepat dibekuk. Memang situasi gelap menyulitkan pengawasan, tapi sepandai pandainya pencuri beraksi, pasti suatu saat bernasib apes.

Kapolsek Sumber, AKP Bibit AS menuturkan sampai hari Selasa (16 September 2014) belum menerima laporan resmi. Ia berjanji segera menindaklanjuti masalah tersebut.

Polisi belum mempunyai kecurigaan siapa pelaku pencuri tembakau yang selama ini sangat meresahkan. Ada dugaan sudah termasuk jaringan. Jejak hasil curian susah dilacak, lantaran bentuk daun tembakau sama. Bisa pula mereka menjual kepada penadah berbentuk daun basah.

Tak hanya di Kec. Sumber, pencurian daun tembakau juga menimpa petani di Kec. Gunem, Sulang dan Bulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *