Flash News
No posts found

“Kami Sering Memergoki…”

Kapal tongkang bermuatan batubara antre masuk pelabuhan PLTU Sluke. Kapal tongkang diduga kerap mendapatkan pasokan solar bersubsidi.

Kapal tongkang bermuatan batubara antre masuk pelabuhan PLTU Sluke. Kapal tongkang diduga kerap mendapatkan pasokan solar bersubsidi.

Rembang – Polres Rembang memastikan telah meminta keterangan oknum anggota polisi yang diduga terlibat dalam penyelundupan solar untuk kebutuhan kapal tongkang batubara.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan hari Kamis (18 September 2014) mengklaim dari hasil pemeriksaan, anggotanya belum diketahui pasti bersalah. Ia berujar singkat “Insyaallah tidak ada apa apa”.

Kapolres menimpali selama dirinya bertugas di Rembang, tidak akan melindungi anggota polisi yang bersalah.

Penjelasan Kapolres dikuatkan Kasi Propam Polres Rembang, Ipda Sunandar. Begitu menerima informasi langsung ditindaklanjuti. Menurutnya belum ada bukti kuat mengarah pada keterlibatan oknum anggota polisi.

Cerita berawal Selasa malam sekira pukul 20.30 wib, anggota TNI Angkatan Laut dari Semarang menggrebek sebuah kapal nelayan mengangkut solar berbobot 8 ton di dermaga pelabuhan Tasikagung – Rembang, dengan juru mudi Lilik, warga Gegunung Wetan Rembang. Solar akan dikirim ke kapal tongkang yang biasa setor batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke.

Kapal tongkang mustinya menggunakan solar non subsidi seharga Rp 12.800 per liter, sehingga melirik solar subsidi yang harganya jauh lebih murah, Rp 5.500 per liter. Belakangan aksi tersebut diduga melibatkan oknum anggota polisi dari Polres Rembang.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono mengaku mendengar adanya penggrebekan penyelundupan solar. Tapi ketika datang mengecek ke lokasi, tidak menemukan kapal yang dimaksud.

Di kediaman Lilik, desa Gegunung Wetan, seorang keponakan Lilik mengungkapkan pamannya selama dua hari terakhir belum pulang. Ia tidak tahu ke mana perginya.

Sementara menurut seorang warga desa Bonang Kec. Lasem yang minta dirahasiakan identitasnya menuturkan pengiriman solar subsidi ke kapal tongkang batubara sering terjadi. Bahkan menjadi mata rantai bisnis dengan penghasilan sangat menggiurkan.

Antara penyelundup dan anak buah kapal sama sama membutuhkan. Selama ini saat memergoki, warga hanya diam, karena merasa tidak mau merecoki urusan orang lain. Soal backing aparat, ia sebatas mendengar dari pemilik perahu cokrik yang biasa berhubungan dengan ABK kapal tongkang. Masih menurut warga tersebut, mustinya aparat jangan hanya diam saja, karena kalau masyarakat biasa melanggar, pasti akan cepat ditindak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *