Flash News
No posts found

Tanpa Senapan, Pemburu Panen Celeng

Babi hutan terkepung di desa Kerep Kec. Sulang, menjadi sasaran pemburu.

Babi hutan terkepung di desa Kerep Kec. Sulang, menjadi sasaran pemburu.

Sulang – Para pemburu dari Pati menangkap 12 ekor babi hutan atau celeng di sekitar desa Kerep Kec. Sulang, dalam beberapa hari terakhir.

Ukuran babi cukup besar, bahkan ada yang bobotnya sampai mendekati 1 kwintal, sehingga harus diangkat 4 orang.

Seorang warga desa Kerep Kec. Sulang, Sudimin mengucapkan terima kasih atas pemberitaan radio R2B beberapa waktu lalu, tentang hewan ternak yang digembalakan sering diserang sekelompok babi hutan. Setelah pemburu mendengar informasi tersebut, langsung berbondong bondong datang ke desanya. Mereka tidak membawa senapan, tetapi menggunakan jaring penjebak dan anjing. Jaring dipasang ke dalam lokasi lahan tebu. Ternyata cara seperti itu sangat manjur. Dalam sehari, rata rata menangkap 5 – 7 ekor babi hutan.

Kepala Desa Kerep Kec. Sulang, Sarmin Astono memperkirakan babi hutan turun gunung, karena kekurangan pakan, kemudian memilih bersembunyi di semak belukar dekat lahan tebu.

Kemungkinan jumlahnya masih banyak. Yang menjadi kekhawatiran masyarakat, sering kali babi hutan merusak tanaman tebu dan menyerang ternak. Terkadang kaum wanita juga khawatir beraktivitas di lahan tegalan sendirian, takut kalau diseruduk. Maka Sarmin berharap pemburu mau datang lagi, untuk mengurangi populasi babi hutan.

Sementara itu salah satu pemburu, Ahmadi menjelaskan babi hutan biasanya dijual kepada pengepul, seharga Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta, tergantung besar kecil bobot. Ia masih penasaran untuk datang lagi ke desa Kerep, karena hasil tangkapan diluar dugaan cukup banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *