Flash News
No posts found

“Gongnya Tanggal 25 September…”

Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho.

Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho.

Rembang – Panitia Pengawas Pilkada di 17 kabupaten se Jawa Tengah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, baru akan dibentuk setelah DPR mengesahkan Rancangan Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah, apakah tetap dipilih langsung oleh masyarakat atau melalui pemilihan anggota DPRD.

Mukhlis Ridho, Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang mengaku sudah menerima informasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sementara pihaknya masih menunggu keputusan DPR, yang rencananya mengumumkan pada tanggal 25 September mendatang. Memang sejak awal, personel panitia pengawas yang bertugas dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden lalu akan diadakan pembentukan baru lagi, apabila jadi Pilkada langsung.

Mukhlis Ridho menambahkan kalau nantinya kepala daerah dipilih DPRD, maka kemungkinan besar tidak ada lembaga panitia pengawas yang mengawasi proses pemilihan. Fungsi pengawasan dikembalikan kepada masyarakat. Begitu pula penyelenggara lain, tidak ada panitia pemilihan kecamatan maupun panitia pemungutan suara.

Sunardi, pemerhati kebijakan publik berpendapat Pilkada langsung adalah harga mati. Kalau alasannya kepala daerah dipilih anggota dewan akan menghemat anggaran daerah sampai Rp 10 miliar lebih, menurutnya tidak tepat. Demokrasi sama dengan kedaulatan rakyat, berapapaun anggaran yang digelontorkan, merupakan konsekuensi wajar.

Menurut rencana, kabupaten Rembang bersama 16 daerah di Jawa Tengah pada tahun 2015 akan menggelar pemilihan kepala daerah. Di kabupaten Rembang, sejumlah kalangan meminta DPR mendengarkan aspirasi masyarakat, agar pemilihan langsung oleh rakyat tetap dipertahankan. Mereka tidak percaya, anggota dewan akan menjalankan pemilihan bupati – wakil bupati secara bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *