Flash News
No posts found

Tak Datang, Warga Semakin Gregetan

Papan nama perusahaan PT Omya Indonesia di desa Wonokerto Kec. Sale.

Papan nama perusahaan PT Omya Indonesia di desa Wonokerto Kec. Sale.

Sale – Sejumlah perwakilan usaha tambang tidak datang saat pertemuan di kantor kecamatan Sale, untuk membahas dampak buruk aktivitas pertambangan, Jumat siang (19/9). Termasuk salah satunya PT Omya Indonesia, yang belakangan ini menuai protes warga desa Wonokerto Kec. Sale.

Camat Sale, Kunardi menjelaskan dari 17 usaha tambang, sekira 5 usaha tidak hadir dalam forum tersebut. Tapi ia mengklaim mereka menyampaikan izin, dengan berbagai alasan. Hasil pembicaraan antara pengusaha, pemerintah desa, Muspika dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral, akhirnya disepakati sejumlah butir keputusan, diantaranya truk pengangkut bahan tambang harus menutup muatan dengan terpal, menyemprot lokasi sekitar usaha supaya mengurangi dampak polusi debu, hanya boleh beroperasi maksimal sampai pukul lima sore dan siap libur pada hari Minggu. Terkait kewajiban perusahaan memberikan dana sosial kepada masyarakat atau semacam CSR, Kunardi menganggap selama ini tidak ada masalah.

Pendapat berbeda disampaikan Rouf, seorang warga desa Wonokerto Kec. Sale. Menurutnya keberadaan PT Omya Indonesia di sebelah barat perumahan, sering mengganggu warga sekitar. Selain bising dari suara batu batu besar dimasukkan ke mesin penggilingan, tetapi juga memicu polusi debu. Ia tidak bisa membayangkan, kalau dampak debu terjadi bertahun tahun, dikhawatirkan semakin banyak warga menderita sesak nafas. Hal itu diperparah tidak adanya dana kompensasi. Jangankan rutin setiap bulan, bantuan menjelang Lebaranpun nyaris tidak pernah ada.

Rouf menambahkan masyarakat menunggu iktikad baik PT Omya. Kalau tidak mendapatkan tanggapan serius, warga berencana menggelar aksi demo. Mereka tidak mau hanya menjadi korban dari investor asing.

Pihak PT Omya belum memberikan tanggapan resmi. Sejauh ini kegiatan penggilingan batu putih masih terus berjalan. Namun dalam sesi wawancara dengan wartawan beberapa waktu lalu, perwakilan PT Omya menegaskan telah bekerja sesuai prosedur. Menurut mereka, debu bukan berasal dari PT Omya saja.

Sementara Ketua Asosiasi Tambang Kec. Sale, Bambang Susilo menyatakan siap menjalankan keputusan yang disepakati di kantor Kec. Sale. Nantinya juga akan diteruskan kepada sejumlah perusahaan tambang yang kebetulan tidak hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *