Flash News
No posts found

Tak Mau Menyerah, Nenek Ini Tertantang

Murningish mengolah lahan berpasir di pinggir pantai Caruban Lasem, Sabtu pagi (20/9).

Murningish mengolah lahan berpasir di pinggir pantai Caruban Lasem, Sabtu pagi (20/9).

Lasem – Belasan petani pada musim kemarau ini mengoptimalkan lahan berpasir di pinggir pantai Caruban desa Gedongmulyo Kec. Lasem. Meski panas dan berpasir, ternyata lahan masih bisa ditanami berbagai jenis palawija.

Murningsih, salah satunya. Nenek berusia 65 tahun, warga Caruban desa Gedongmulyo ini justru merasa tertantang. Ia mengolah lahan milik putranya, hanya berjarak 10 meter dari bibir pantai Caruban.

Tiap musim kemarau tiba, ditanami kacang, jagung, krai atau semangka. Dulu sebelum ada pohon cemara di pinggir pantai, yang berfungsi sebagai tanggul, tanamannya kerap mati, karena hempasan angin baratan terlalu kencang. Tapi begitu pohon cemara mulai tinggi, tanaman seperti memiliki pelindung, sehingga tidak lagi meresahkan.

Murningsih menambahkan bercocok tanam di lahan berpasir, memilki keunggulan. Tanaman lebih tahan dari cuaca panas terik dan tidak perlu menyirami. Padahal kalau di sawah, pasti harus rutin disiram air. Dalam sekali panen, setidaknya memperoleh penghasilan antara Rp 1 sampai dengan Rp 2,5 juta.

Agus Hadi, tokoh warga dusun Caruban mengatakan kedepan pihaknya akan terus menambah jumlah pohon cemara di pinggir pantai. Bukan hanya untuk peneduh, tetapi juga menjadi pembatas antara pantai dengan lahan pertanian. Agus berharap kelak lahan tidur yang belum tergarap, akan semakin banyak dimanfaatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *