Flash News
No posts found

Siswa SLB Tewas, Sang Ibu Shock

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada (baju lengan panjang) bersama dokter Puskemas, seusai memeriksa jasad korban, Minggu pagi.

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada (baju lengan panjang) bersama dokter Puskemas, seusai memeriksa jasad korban, Minggu pagi.

Lasem – Seorang anak meninggal dunia tenggelam di sungai dekat jembatan Bagan Lasem, Minggu pagi (21 September 2014).

Korban bernama Aji Mulyono, usia sekira 13 tahun, warga desa Soditan Kec. Lasem. Warga memergoki kondisi korban sudah mengapung di sungai, selanjutnya berinisiatif melapor ke Polsek Lasem.

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada menuturkan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, semula korban pamit ibunya akan pergi bermain, dengan membawa sepeda onthel. Ternyata Aji turun ke sungai Bagan. Ada dugaan penyakit ayan atau epilepsinya kambuh, kemudian baru tenggelam. Hal itu dikuatkan dari mulut korban, keluar busa berwarna putih. Kepala Puskesmas Lasem yang mengecek jasad korban, juga tidak menemukan tanda tanda bekas kekerasan.

Iptu Muhammad Syuhada mengakui kasus semacam ini, beberapa kali pernah terjadi. Maka pihaknya menghimbau masyarakat yang menderita penyakit ayan, untuk tidak coba coba bermain ke sungai sendirian. Kalau penyakit kambuh, rentan menimbulkan korban jiwa.

Selesai melakukan visum, jenazah Aji Mulyono dipulangkan menuju rumah duka. Sontak saja, orang tua korban shock. Rekan rekan almarhum di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cabang Dorokandang – Lasem, juga turut berduka atas kepergian Aji untuk selama lamanya. Korban selama ini dikenal rajin bekerja, bahkan biasa mencari besi bekas (rosok).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *