Flash News
No posts found

Buat Kebun Aneh, Sempat Dianggap Ide Gila

Aktivitas Sunarto di kebun bekicotnya, Senin siang (22/9).

Aktivitas Sunarto di kebun bekicotnya, Senin siang (22/9).

Bulu – Pernahkah anda mendengar kebun bekicot, sebuah kebun yang dikembangkan untuk membudidayakan ternak bekicot ? Nah..di desa Bulu Kec. Bulu, seorang warga melakukan spekulasi berternak bekicot. Banyak yang merasa ragu, bahkan menganggap sebagai ide gila.

Sunarto (46 tahun), warga desa Bulu, kini mempunyai kesibukan baru di sela sela mengurusi bisnis kerajinan akar pohon. Ia menyulap lahan sewaan bengkok Kades seluas 2 hektar di sebelah selatan Makam pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini. Kawasan tersebut sekilas hanya tampak kebun pisang biasa, karena Sunarto sejak 4 bulan lalu menanami 1.500 an batang pisang. Tapi kalau diamati lebih dalam, ternyata di setiap jarak 2 meter terdapat rumah rumahan genteng berjejer dan semak belukar, untuk tempat berteduh bekicot.

Sunarto mengaku menebar 30 ribuan bekicot, dibeli dari para pencari bekicot, seharga Rp 3.500 per kilo gram. Awalnya tak mau muluk muluk dalam mengawali bisnis baru, apapun dikerjakan yang penting halal dan mendatangkan berkah. Dalam rentang waktu empat bulan, ia memperkirakan bekicot sudah menetaskan telur sampai jutaan. Saat ini belum panen, harus menunggu musim penghujan tiba, karena merupakan masa paling tepat untuk berkembang biak.

Menurutnya kendala sekarang adalah penataan lahan belum siap 100 %, sehingga masih terasa gersang. Kelak kalau pohon pisang sudah tumbuh subur dan ditunjang pengairan cukup, bekicot akan semakin cepat pertumbuhannya. Terkait pemasaran, Sunarto tidak risau. Sudah ada calon pembeli dari negara Perancis yang siap menampung bekicot dalam jumlah berapapun. Selain untuk bahan makanan berprotein tinggi, konon oleh sebagian warga luar negeri, bekicot dipercaya bisa untuk mengatasi penyakit liver, asma dan gatal gatal.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Desa Bulu ini menambahkan banyak warga lain menganggap bisnis bekicot lucu dan tidak nalar. Apalagi sampai harus mengeluarkan investasi besar hingga Rp 200 jutaan. Namun dengan bekal kesabaran dan ketelatenan, Sunarto optimis mampu mendatangkan hasil. Bukan hanya bekicot, buah buahan dari tanaman pisang dan ketela di tengah habitat bekicot, juga siap dipanen.

Baginya kegagalan dari sebuah percobaan, jauh lebih mahal, karena memberikan ilmu dan pengalaman.