Flash News
No posts found

Dua BKPH Terbakar, Regu Khusus Siaga Penuh

Seorang penggarap lahan persil Perhutani nekat membakar semak di tengah hutan, turut tanah desa Kadiwono Kec. Bulu, baru baru ini. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan rawan mematikan pohon usia muda.

Seorang penggarap lahan persil Perhutani nekat membakar semak di tengah hutan, turut tanah desa Kadiwono Kec. Bulu, baru baru ini. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan rawan mematikan pohon usia muda.

Rembang – Kesatuan Pemangkuan hutan (KPH) Mantingan mengerahkan regu pengendali kebakaran, untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang semakin rawan terjadi pada puncak musim kemarau seperti sekarang.

Wakil Administratur KPH Mantingan, M Rizqon menjelaskan di masing masing Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), ada satu regu pengendali kebakaran. Mereka setiap hari rutin memantau dari lokasi ketinggian. Manakala mengetahui kepulan asap, petugas harus datang mengecek. Kalau terjadi kebakaran, bisa cepat dipadamkan. Hanya saja memang tidak dilengkapi peralatan canggih dan hanya menggunakan ranting ranting pohon, untuk memukuli api. Lokasi kebakaran biasanya berada di kawasan yang jauh dari jalan raya, tentu tidak mungkin disemprot oleh mobil pemadam kebakaran.

M. Rizqon menambahkan kebakaran akan mengakibatkan pohon berumur 1 – 2 tahun mati, tetapi pohon jati besar, tidak ada pengaruhnya, karena lebih tahan kobaran api. Pihaknya berharap warga maupun penggarap lahan persil Perhutani, tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi membakar semak belukar pada siang hari.

Pejabat Perhutani asal Salatiga ini menambahkan selama musim kemarau tahun 2014, kebakaran hutan sudah melanda dua BKPH, masing masing BKPH Demaan dan Kalinanas. Beruntung anggota di lapangan sigap mengendalikan, sehingga si jago merah tidak sampai meluas. Peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan juga cukup penting, supaya ketika mengetahui kebakaran, cepat memberikan laporan kepada Polisi Hutan terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *