Flash News
No posts found

Kambuh Lagi, Masyarakat Diminta Waspada

Kasdim Rembang, Mayor Nursutiyasno.

Kasdim Rembang, Mayor Nursutiyasno.

Rembang – Ulah pelaku yang menjadi TNI gadungan semakin meresahkan, bahkan seperti tidak kenal lelah terus mencari sasaran korban.

Pelaku kali ini membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi K 2912 PM milik Rubiyono (54 tahun), warga desa Mondoteko Rembang. Di dalam jok motor tersebut, ada pula STNK kendaraan dan buku service.

Awalnya hari Sabtu (20/9), toko bangunan Rubiyono didatangi seorang laki laki anggota TNI palsu mengaku Letnan Bambang berdalih akan membeli material bahan bangunan, untuk renovasi asrama Kodim Rembang. Pelaku kemudian pergi, tak berselang lama datang lagi bersama seorang rekannya. Seorang pelaku pergi naik motor, sambil menyampaikan akan mencari tukang, agar korban merasa percaya. Sedangkan pelaku satunya meminjam sepeda motor Scoopy milik Rubiyono, alasannya untuk membeli makanan ke warung.

Selanjutnya motor tersebut dibawa pelaku. Rubiyono yang mulai curiga, buru buru mengecek ke warung makan. Ternyata pelaku tidak ada, dicari ke Kodim Rembang, juga tidak ada nama Letnan Bambang, sehingga korban baru menyadari telah tertipu. Rubiyono kemudian melapor ke Polres Rembang.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso mengingatkan sekarang modus penipuan mengaku sebagai anggota TNI sering terjadi. Kasus sepeda motor milik penjual degan di sebelah utara Hotel Puri Rembang belum terungkap, kini sudah terulang kembali. Maka masyarakat diminta jangan mudah percaya meminjamkan sepeda motor kepada seseorang baru dikenal, sekalipun berpenampilan aparat.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) Rembang, Mayor Nursutiyasno mengatakan pihaknya telah berulang kali menghimbau langsung, bahkan memasang pamflet dan spanduk di tempat strategis, agar warga berhati hati. Kini berpulang lagi kepada masyarakat. Menurutnya tindakan pelaku TNI gadungan, sudah mencemarkan nama kesatuan, terutama Kodim Rembang.

Modus penipuan sepeda motor seperti ini, beberapa waktu lalu pernah terbongkar. Polres Rembang sempat menangkap Suhardiyanto, warga dusun Becici desa Demaan Kec. Gunem. Setelah bebas dari penjara, Suhardiyanto menipu lagi di wilayah kabupaten Blora, sehingga masih mendekam di Rutan Blora. Kasus serupa yang kambuh belakangan ini di Rembang, diduga kuat ada pelaku jaringan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *