Flash News
No posts found

Sindir Pemerintah, Pilih Tutup Mulut

Massa menaruh hasil bumi pertanian di bawah tiang bendera. (gambar atas) seorang pengendara sepeda motor terpaksa berbalik arah, karena pintu gerbang tertutup oleh pendemo.

Massa menaruh hasil bumi pertanian di bawah tiang bendera. (gambar atas) seorang pengendara sepeda motor terpaksa berbalik arah, karena pintu gerbang tertutup oleh pendemo.

Rembang – Sekira 20 an orang warga desa Tegaldowo dan Timbrangan Kec. Gunem, hari Selasa (23 September 2014) menggelar aksi tutup mulut dan bakar menyan di pintu gerbang depan kantor Bupati Rembang. Mereka untuk kesekian kali meneguhkan sikap, menolak pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di tengah hutan perbatasan Kec. Bulu dan Gunem.

Massa kebanyakan kaum wanita, duduk di dekat pos penjagaan petugas Satpol PP. Mulut ditutup lakban berwarna hitam, sambil membentangkan poster berisi penolakan pabrik semen. Tampak pula seorang pria berada di barisan paling depan, membakar dupa menyan. Tak sepatahpun kalimat terlontar, sampai aksi berakhir. Sebelum membubarkan diri, massa membawa hasil bumi pertanian, seperti jagung, waluh dan ketela ke bawah tiang bendera lapangan upacara gedung Sekretariat Daerah.

Sukinah, warga desa Tegaldowo Kec. Gunem mengungkapkan aksi tutup mulut merupakan sindiran terhadap pemerintah. Berulang kali warga menyampaikan pendapat, namun tidak digubris. Lebih baik diam saja. Kemudian ia menunjukkan dua replika pembersih telinga (cotton buds), guna mengingatkan pemerintah lebih peka mendengar keluhan masyarakat.

Sukinah kecewa tak ada seorangpun pejabat maupun anggota DPRD Rembang yang menemui warga penolak pabrik semen. Ia menyayangkan janji Gubernur Ganjar Pranowo saat kampanye, ingin menjadikan lingkungan hijau, tapi kenyataannya kalah dengan kepentingan industri. Menurutnya, pabrik semen harus tetap ditolak, karena bisa mengancam sumber air dan kehidupan para petani.

Terkait aksi protes di bawah tenda dekat lokasi tapak pabrik semen, akan dilanjutkan, sambil menunggu keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Asisten I Setda Bidang Pemerintahan, Subhakti menyatakan kedatangan para pendemo tidak sampai mengganggu rutinitas Pemkab. Semua kegiatan berjalan seperti biasa. Memang pegawai dan tamu yang akan keluar masuk kantor, sempat terhalang. Tapi mereka bisa melewati akses jalur lain.

Subhakti menegaskan Pemkab Rembang telah berupaya menyerap dan menindaklanjuti aspirasi warga penolak pabrik semen. Mungkin dianggap tidak ada solusi, lantaran investor juga telah mengantongi seluruh izin. Ketika sekarang muncul gugatan warga yang mempersoalkan izin lingkungan PT Semen Indonesia di PTUN, Subhakti menyarankan sebaiknya menunggu keputusan Majelis Hakim PTUN saja.

Demo berlangsung aman, dengan penjagaan aparat kepolisian dan TNI. Kapolsek Gunem, AKP Urip Prihadi menuturkan pihaknya mengawal massa, saat berangkat sampai pulang ke desa masing masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *