Flash News
No posts found

Sulit Tersentuh, Penyelundupan Di Tengah Laut

Seorang warga mengisi solar di SPBN Tasikagung. Dugaan penyelundupan solar dipantau Polres Rembang.

Seorang warga mengisi solar di SPBN Tasikagung. Dugaan penyelundupan solar dipantau Polres Rembang.

Rembang – Polres Rembang mengklaim akan terus memantau perairan Rembang, untuk mengantisipasi penyelundupan solar bersubsidi yang dikirimkan ke kapal tongkang.

Selama ini pesisir pantai utara ramai menjadi perlintasan kapal tongkang mengangkut batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke dan kapal tongkang memuat bahan tambang di Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo Kec. Sluke. Mustinya mereka dilarang menggunakan solar bersubsidi, tetapi wajib memakai solar non subsidi, yang harganya satu kali lipat lebih mahal.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan mengakui sarana pra sarana perahu patroli minim, sehingga kalau ada laporan penyelundupan, dikhawatirkan susah mengejar. Pihaknya juga berjanji siap koordinasi dengan manajemen PLTU Sluke, menindaklanjuti masalah tersebut. Meski biasanya pemasok batubara dijalankan oleh pihak ketiga, sedangkan PLTU hanya menjadi penerima.

AKBP Muhammad Kurniawan meyakini tidak ada oknum anggotanya yang terlibat, dalam kasus penyelundupan solar bersubsidi.

Hal itu berdasarkan pemeriksaan anggota yang dicurigai, sekaligus mengecek keberadaan barang bukti kapal pembawa solar. Memang sempat muncul informasi kapal memuat 8 ton solar selundupan di tengah laut, tetapi setelah polisi bergerak ke sana, tidak menemukan bahan bakar minyak tersebut.

Seorang nelayan yang biasa mangkal di dermaga pelabuhan Tasikagung Rembang, Joko Susanto menduga transaksi jual beli BBM ilegal berlangsung di tengah laut. Kalau polisi ingin menindak, agak susah.

Ia menyarankan sebaiknya mengawasi mobilitas kendaraan bak terbuka yang membeli solar dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selain itu pengelola SPBU juga harus memperketat pembelian. Kalau tidak membawa surat rekomendasi dari Dinas Kelautan Dan Perikanan, bahwa yang membeli benar benar kapal nelayan, mustinya jangan dilayani. Joko menganggap sistem kartu kendali tidak benar benar dijalankan dengan serius, sehingga banyak celah bisa ditembus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *