Flash News
No posts found

Tangani Tugas Penting, Dikala Sejumlah PNS Menolak

Sigit Widyaksono menunjukkan maket rencana gambar penataan alun alun Rembang.

Sigit Widyaksono menunjukkan maket rencana gambar penataan alun alun Rembang.

Rembang – Dibalik proyek penataan Alun Alun Rembang tahap ke dua senilai Rp 3,5 miliar, ternyata Dinas Pekerjaan Umum selaku pengguna anggaran, sempat menghadapi adanya sejumlah pegawai negeri sipil menolak menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK), karena khawatir akan banyak menuai sorotan masyarakat. Maklum, alun alun dianggap sebagai wajahnya kota Rembang. Salah sedikit saja, pasti rawan dipersoalkan.

Belakangan posisi PPK dipercayakan kepada Sigit Widyaksono, sehari hari menjadi Kepala Seksi Peningkatan Jalan Dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang.

Sigit kepada reporter R2B mengaku tak kuasa menolak tugas tersebut, karena tidak elok ketika masuk birokrasi pemerintahan, menghindar dari tugas pekerjaan. Ia mantap menyanggupi, setelah mendapatkan dukungan solid rekan rekannya. Selain itu juga diberi kewenangan penuh sesuai Peraturan Presiden. Memang harus berhati hati menangani proyek sekelas alun alun. Ibaratnya sudah benarpun, terkadang masih ada yang menuding salah, lantaran susah untuk mengukur standar kepuasan masyarakat.

Kalau soal tekhnis, baginya tidak masalah. Tapi yang agak sulit adalah memadukan warna dan rasa. Ia mencontohkan warna keramik, setiap material datang, paling tidak musti disetujui pengawas lapangan. Kemudian masih berembug kanan kiri, terutama kepada orang yang memahami “seni” nya.

Tapi sejak awal dirinya merasa tenang, ketika proyek alun alun dipagar, paling tidak dari sisi keselamatan dan keamanan penggarapan terjamin. Apalagi pada malam hari ramai pedagang dan pengunjung. Dengan begitu PPK bisa lebih fokus mengerjakan sesuai gambar dan rencana anggaran biaya (RAB).

Pria asli selatan alun alun Rembang yang kini tinggal di desa Japerejo Kec. Pamotan tersebut berdoa semua berjalan lancar, sampai kelak selesai, perkiraan pertengahan bulan Desember 2014.

Nanti akan terlihat banyak perubahan alun alun pasca penataan. Meski tidak mampu memenuhi keinginan semua orang, namun ia berharap bisa diterima.

1 Komentar

  1. ani

    semua proyek taman kota mulai dari penataan trotoar, taman tepi jalan, hutan kota, hingga alun-alun kualitasnya buruk dan baik dari segi hasil maupun proses terlibat jelas korupsinya. coba lihat semua ruas jalan, jalan pemuda belum ada 5 tahun sudah hancur, juga komplek SD alun-alun semua tidak sesuai RAB dan uang raib entah kemana dibiarkan saja. taman tapi tidak ada tanamannya!! demikain juga dengan penataan alun-alun pada tahap pertama yang digarap amah jelas sekali kualitasnya buruk dan asal-asalan. mental dan proyek korup itu harus dikontrol masyrakat kalo tidak tetap siapapun akan korup. dan sudah sigit ngurus jalan jembatan saja tak pecus dan jalan jembatan hancur dimana-mana kok sajak kurang gawean apa jadi bamper koruptor terus-terusan!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *