Flash News
No posts found

Kaum Pencari Kerja Geruduk Kantor Bupati

Aksi demo mengatasnamakan kaum pencari kerja di depan kantor Bupati Rembang, Kamis siang.

Aksi demo mengatasnamakan kaum pencari kerja di depan kantor Bupati Rembang, Kamis siang.

Rembang – Sekira 25 orang yang mengatasnamakan kaum pencari kerja, menggeruduk Kantor Bupati Rembang, hari Kamis (25 September 2014).

Mereka menggelar orasi, mendesak Pemerintah Kabupaten Rembang agar membantu memprioritaskan warganya mendapatkan pekerjaan di pabrik semen.

Suparno “Gusno”, koordinator aksi mendukung keberadaan pabrik semen, asalkan harus mengutamakan karyawan yang ber KTP kabupaten Rembang. Karena tingkat pendidikan berbeda beda, pabrik semen dan Pemkab mustinya segera membuka balai latihan kerja khusus, agar warga bisa memperoleh pembekalan.

Lulusan SD pun, bisa diterima bekerja. Selain itu, Pemkab Rembang didorong mempermudah izin investasi, untuk menyerap pengangguran. Menurutnya selama ini pemerintah kurang aktif memperjuangkan nasib pengangguran, memperoleh pekerjaan di daerah sendiri. Akibatnya banyak pemuda kabupaten Rembang terpaksa merantau ke luar daerah.

Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni keluar kantor, menemui para pendemo. Hamzah menerima sejumlah bendera partai politik dari massa, sebagai simbol kekuatan partai lebih sering sibuk dengan urusan sendiri dan kelompoknya, dibandingkan memikirkan kehidupan rakyat kecil.

Hamzah Fathoni menganggap pro kontra terhadap pabrik semen adalah hal biasa. Yang penting masyarakat saling menghargai perbedaan dan tidak memaksakan kehendak. Demo merupakan hak warga, Pemkab menghargai hal itu. Termasuk proses gugatan kubu penolak pabrik semen di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang mulai memasuki tahap persidangan.

Hamzah menambahkan sebelum pabrik semen PT Semen Indonesia mendirikan pabrik di tengah hutan, sebelah timur desa Kadiwono Kec. Bulu, pemerintah setempat berulang kali meminta investor memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto baru baru ini menyampaikan saat pabrik beroperasi, jumlah pekerja ahli 300 an orang. Apabila ditambah dengan tenaga pendukung, perkiraan 1.000 orang. Memang calon tenaga kerja dibatasi minimal SMA sederajat, sehingga pihaknya berupaya melaksanakan program kejar paket, terutama bagi warga desa sekitar pabrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *