Flash News
No posts found

“Risih, Karena Di Daerah Sangat Privasi…”

Seorang akseptor KB susuk (implan) mendapatkan pelayanan di dalam bus BPMKB Kab. Rembang, saat kegiatan di dekat Balai Desa Tegaldowo, hari Kamis.

Seorang akseptor KB susuk (implan) mendapatkan pelayanan di dalam bus BPMKB Kab. Rembang, saat kegiatan di dekat Balai Desa Tegaldowo, hari Kamis.

Gunem – Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Berencana Kab. Rembang mengerahkan bus pelayanan, untuk melayani keluarga berencana (KB) gratis di desa desa pelosok.

Hari Kamis (25 September 2014) misalnya, bus berwarna biru tersebut siaga di Balai Desa Tegaldowo Kec. Gunem, melayani para ibu akseptor KB dari berbagai desa, seperti tegaldowo, Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Dowan.

Sarti, seorang ibu rumah tangga asal dusun Wuni desa Kajar Kec. Gunem mengaku senang bisa KB susuk atau implan gratis. Selama ini kalau pasang implan, membayar sekira Rp 160 ribu untuk jangka waktu 3 tahun. Menurutnya lebih hemat, daripada harus KB suntik, keluar ongkos Rp 12 ribu sebulan sekali.

Priyadi, Kepala Bidang KB BPMKB Kab. Rembang menjelaskan selama tahun 2014, menargetkan 7 ribuan lebih peserta KB baru. Namun sampai bulan September, tercapai sekira 80 %. Sisanya akan dipenuhi melalui bhakti sosial dalam rangka TNI Manunggal KB Kesehatan. Di seluruh kecamatan, baru berakhir tanggal 30 September mendatang. Paling tidak, selama bhakti sosial ini ada 600 akseptor susuk (implan).

Tentu saja keberadaan bus sangat membantu mendekatkan pelayanan calon peserta KB. Ia mencontohkan warga dari desa Kajar, Pasucen agak malas, apabila harus pergi ke Puskesmas.

Priyadi menambahkan pemakai alat kontrasepsi jangka panjang jenis susuk sementara ini lumayan banyak.

Tapi sebenarnya kontrasepsi IUD lebih baik. Alat dipasang di rahim wanita, berfungsi sampai 8 tahun. Sebagian besar bidan juga telah memperoleh pelatihan memasang IUD. Tapi yang menjadi kendala, akseptor merasa risih, karena kontrasepsi dipasang di bagian sangat privasi. Butuh pendekatan konselling terus menerus, supaya banyak peminat beralih ke IUD.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *