Flash News
No posts found

SEMAKIN KELIMPUNGAN!!!!

Pengecer di desa Jatihadi Kec. Sumber tidak berjualan. (gambar atas) Seorang warga mendorong sepeda motor di jalan sebelah utara desa Sumber, karena kehabisan bensin.

Pengecer di desa Jatihadi Kec. Sumber tidak berjualan. (gambar atas) Seorang warga mendorong sepeda motor di jalan sebelah utara desa Sumber, karena kehabisan bensin.

Sumber – Kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium atau bensin di Kec. Sumber semakin parah. Hari Jumat (26 September 2014), sejumlah pengendara sepeda motor yang melintasi jalur Sumber – Rembang, terpaksa mendorong motor mereka, karena kehabisan bensin.

Rahmat Rudi Hartono, seorang warga Bungdoro desa Jatihadi Kec. Sumber mengaku kesana kemari mendorong motor, belum juga mendapatkan bensin. Ia kini tidak bisa bebas bepergian menggunakan kendaraan sendiri. Motor hanya terparkir di dalam rumah, dengan kondisi tangki bahan bakar kosong. Kalau kondisi seperti ini terus berlarut larut, sudah pasti mengganggu perekonomian masyarakat. Mustinya pemerintah memikirkan warga pelosok pedesaan, tidak mungkin harus bolak balik pergi ke kota Rembang, demi membeli bensin saja.

Pantauan Reporter R2B, hampir 90 % pengecer bensin, mulai dari desa Tlogotunggal, Grawan, Sekarsari sampai dengan desa Krikilan, hari Jumat berhenti beroperasi. Hanya tampak tumpukan botol dan jirigen kosong.

Yaman, salah satu pengecer di pertigaan desa Jatihadi mengaku sempat membeli bensin ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kaliori. Meski sudah membawa surat rekomendasi dari kecamatan, tetap saja ditolak, dengan alasan ada larangan pihak Pertamina. Ia pulang dengan tangan hampa dan selama tiga hari terakhir, tidak lagi berjualan bensin.

Saat normal, dalam sehari mampu menjual 30 liter, dengan keuntungan bersih sekira Rp 12 ribu. Yaman menimpali kalaupun ada pengecer masih berjualan BBM, kemungkinan saat membeli ke SPBU, menyiasati memakai sepeda motor Mega Pro yang tangkinya mampu menampung 15 liter.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang, Sugiyanto membenarkan SPBU melarang pembeli yang membawa jirigen, menindaklanjuti instruksi Pertamina, diduga untuk menyelamatkan kuota bahan bakar minyak bersubsidi.

Tapi ada kalanya operator SPBU justru menyarankan pengecer membuat surat izin usaha kecil dan menengah, agar tetap bisa dilayani. Ia menyayangkan hal itu, karena banyak pengecer menyerbu kantornya.

Bidang Perdagangan harus berhati hati mengeluarkan surat keterangan usaha kecil dan menengah, sebelum yang bersangkutan mempunyai surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Sugiyanto menambahkan khusus kelangkaan bensin di daerah pelosok, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Rembang.

Menurut rencana akan memanggil Pertamina, untuk mencari solusi. Pemkab Rembang berharap pengecer diperbolehkan membeli bensin menggunakan jirigen dari SPBU, seperti semula. Yang penting mereka menunjukkan surat rekomendasi dari kecamatan, guna mengantisipasi penyelewengan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *