Flash News
No posts found

Pelosok Andalkan Pertamax, Pemkab Lapor Gubernur

Di Kec. Sumber, banyak pengecer beralih menjual Pertamax. Salah satunya seperti di desa Jadi ini.

Di Kec. Sumber, banyak pengecer beralih menjual Pertamax. Salah satunya seperti di desa Jadi ini.

Sumber – Sejumlah pengecer bensin di kecamatan Sumber beralih menjual bahan bakar non subsidi jenis Pertamax, setelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melarang pembelian bensin bersubsidi dengan menggunakan jirigen.

Suwarni, pengecer bensin di pinggir jalan raya desa Jadi Kec. Sumber menuturkan Pertamax satu liter dibandrol Rp 12 ribu. Tetapi ia juga siap menjual eceran setengah liter Rp 6 ribu, agar tidak terlalu memberatkan pembeli.

Saat hari pertama bensin langka, baru baru ini, Pertamax laku keras. Bahkan sehari mampu menjual sampai 30 liter. Kemungkinan pengendara sepeda motor terpaksa membeli, meski harga jauh lebih mahal. Langkah itu ditempuh, daripada kendaraan mogok di tengah jalan, gara gara kehabisan bahan bakar.

Munawi, seorang warga desa Lohgede Kec. Sumber mengungkapkan bensin susah, lantaran sebagian besar pengecer tutup. Kalaupun ada yang tetap berjualan, harganya bervariasi, antara Rp 8 – 10 ribu per liter. Ia sendiri sempat membeli bensin ke Jaken Kab. Pati. Munawi berharap pemerintah cepat turun tangan, guna mengatasi masalah tersebut.

Camat Sumber, Heriyono menjelaskan pihaknya telah menyampaikan keluhan masyarakat kepada Pemkab Rembang. Pemkab berencana mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta supaya kecamatan kecamatan yang tidak ada SPBU nya, pengecer bensin tetap dilayani seperti semula. Proses pelaporan sudah berjalan, tinggal menunggu perkembangan selanjutnya.

Kelangkaan semacam ini tidak hanya menimpa kecamatan Sumber. Sejumlah kecamatan pelosok lainnya juga menghadapi kendala serupa.

Pengecer yang kebetulan mempunyai kendaraan roda empat, menyiasati dengan membeli bensin ke SPBU. Begitu sampai rumah, dari tangki mobil dituangkan lagi ke botol maupun jirigen, untuk dijual secara eceran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *