Flash News
No posts found

Amburadul, Bongkar Ulang Atau Tak Dibayar

Trotoar di Jalan Kartini Rembang menuai sorotan masyarakat, gara gara kualitas garapannya jelek.

Trotoar di Jalan Kartini Rembang menuai sorotan masyarakat, gara gara kualitas garapannya jelek.

Rembang – Proyek penataan trotoar di sebelah barat Jalan Kartini Rembang, menuai sorotan masyarakat, karena kualitasnya amburadul. Dasar trotoar sudah mulai berserakan, padahal terhitung baru sebulan lebih.

Suhadi, seorang warga desa Sawahan menuding pekerja menggarap trotoar asal asalan. Ia menduga campuran semennya sangat minim, sehingga ketika dilalui pejalan kaki, cepat rusak.
Menurutnya Jl Kartini termasuk jalur utama kota Rembang, setiap hari selalu ramai lalu lalang warga, termasuk dari luar daerah. Mustinya pelaksana proyek serius, supaya keberadaan trotoar juga turut meningkatkan keindahan kota, tak sekedar berfungsi sebagai akses pejalan kaki. Suhadi mendesak Dinas Pekerjaan Umum memberikan sanksi kepada pemborong. Kalau perlu dimasukkan dalam daftar hitam (black list), kelak jangan diberi pekerjaan lagi.

Kepala Bidang Tata Ruang Dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang, Hendro Riyadi membenarkan kualitas penataan trotoar di sisi barat Jalan Kartini, tidak sesuai rencana awal.

Pihaknya telah memerintahkan pemborong, untuk membongkar dan memperbarui lapisan trotoar. Kalau menolak, pihaknya mengancam tidak akan membayar uang pekerjaan sesuai kontrak, mencapai Rp 190 jutaan. Terkait sanksi black list, harus menunggu proyek tuntas, dilihat lagi bagaimana hasil akhirnya.

Hendro Riyadi menambahkan proyek trotoar tersebut dijadwalkan selesai tanggal 05 November 2014. Menurutnya masih cukup waktu, untuk memperbaiki. Ia memastikan hampir setiap hari mengecek kualitas penggarapan. Selama ini peran serta masyarakat dalam pengawasan cukup tinggi. Baginya tidak masalah, asalkan sesuai fakta di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *