Flash News
No posts found

Kebanjiran Order Dari Perancis, Susah Cari Tukang

Sunarto, warga desa Bulu menunjukkan produk kerajinan dari akar pohon jati dan sonokeling.

Sunarto, warga desa Bulu menunjukkan produk kerajinan dari akar pohon jati dan sonokeling.

Bulu – Ditengah meningkatnya order kerajinan berbahan akar pohon dari luar negeri, sejumlah pengrajin menghadapi kendala keterbatasan peralatan dan kekurangan tenaga tukang.

Sunarto, pengrajin akar pohon di desa Bulu Kec. Bulu mengatakan pesanan meja dari Perancis belakangan ini semakin ramai, bahkan sampai kewalahan. Pihaknya mengerahkan sekira 40 an orang pekerja, sebagian besar adalah tenaga finishing, sedangkan jumlah tukang belum sebanding. Selama kualitas barang terjamin dan inovatif, biasanya pemesan akan sabar menunggu.

Tapi bagaimanapun masalah itu harus bisa diatasi, lantaran persaingan bertambah ketat. Apalagi mendekati pemberlakuan perdagangan bebas tingkat Asean tahun 2015, atau belakangan sering disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kebetulan saja di sesama negara Asean, pelaku bisnis kerajinan akar tidak begitu banyak, sehingga belum mengkhawatirkan.

Terkait bahan baku akar, kini tidak hanya mengandalkan dari dalam hutan kabupaten Rembang dan Blora. Tetapi juga menembus sampai Jawa Timur. Berapapun permintaan pengrajin, sementara masih cukup. Kebutuhan akar menjadi sangat penting, setelah negara negara seperti Amerika, Belanda, Perancis dan Taiwan membuka lebar lebar pemasaran kerajinan akar pohon.

Sunarto menambahkan beberapa kali pembeli luar negeri memilih datang ke Bulu, melihat langsung proses pembuatan. Begitu mendengar kendala produksi, mereka justru mendorong para pekerja jangan mudah menyerah, seraya memastikan kerja sama bisa berlangsung lama, asalkan kualitas nomor satu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *