Flash News
No posts found

Kades Direpotkan “Oek Oek”

Seorang ibu di Rembang menjalani perawatan usai melahirkan belum lama ini. Masalah persalinan belakangan menimbulkan kendala transportasi.

Seorang ibu di Rembang menjalani perawatan usai melahirkan belum lama ini. Masalah persalinan belakangan menimbulkan kendala transportasi.

Sulang – Sejumlah desa mulai kerepotan, menghadapi perubahan kebijakan penanganan ibu hamil yang akan melahirkan. Jika semula bisa dilayani langsung oleh bidan desa, kini harus dibawa ke Puskesmas. Sering kali desa kesulitan mencari armada mobil, untuk membawa pasien ibu hamil, padahal saat genting seperti itu, harus bergerak cepat.

Dahlan, Kepala Desa Pranti Kec. Sulang mengungkapkan ketika warganya akan melahirkan, terpaksa pontang panting mencari pinjaman mobil. Ia biasa menghubungi rekan rekannya sesama kepala desa, seperti Kades Pedak maupun Karangharjo, yang penting pasien bisa segera dibawa menuju Puskesmas.
Memang mengkhawatirkan, apalagi jika keadaannya sudah darurat. Dahlan berharap pemerintah mengkaji kemungkinan sarana ambulans desa, sehingga jangan sampai kebijakan baru tersebut, justru meningkatkan potensi kerawanan ibu dan bayi. Ambulans desa bisa pula dirangkap untuk kendaraan inventaris Kades.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan persalinan ibu melahirkan harus dibawa ke Puskesmas, semata mata demi mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Bagi pasien Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, akan dilayani gratis.

Terkait hambatan sarana transportasi, khusus kasus kelahiran yang darurat, bisa langsung menghubungi mobil ambulans Puskesmas setempat, untuk menjemput ke desa. Tapi kedepan lebih baik setiap desa menerapkan konsep ambulans desa. Tidak musti berbentuk seperti layaknya mobil ambulans. Mobil biasapun jadi, sewaktu waktu bisa digunakan, mengangkut warga yang membutuhkan.

Menurutnya, kelak desa akan memperoleh alokasi dana cukup besar dari pemerintah, setelah pengesahan Undang Undang Desa. Bisa saja salah satunya dialokasikan pengadaan mobil ambulans desa.

Ali Syofii menambahkan seluruh Puskesmas telah siap melayani persalinan dan beroperasi 24 jam.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang juga mengoptimalkan peran poliklinik kesehatan desa. Tahap pertama, baru 3 poliklinik yang mampu melayani proses persalinan, diantaranya poliklinik Sumbangrejo Kec. Pamotan, Pandangan Kulon Kec. Kragan dan Tegalmulyo Kec. Kragan. Tiap tahun jumlahnya akan ditambah, agar mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *