Flash News
No posts found

Anak Hasil Selingkuh, Warga Pertanyakan Akta Kelahiran

Warga antre mengurus akta kelahiran di kantor Disdukcapil Kab. Rembang, baru baru ini.

Warga antre mengurus akta kelahiran di kantor Disdukcapil Kab. Rembang, baru baru ini.

Rembang – Sejumlah elemen warga menanyakan bagaimana pelayanan akta kelahiran, untuk anak hasil hubungan gelap atau diluar pernikahan resmi.

Abdul Haris, seorang warga desa Manggar Kec. Sluke mengaku prihatin, ketika mendengar keluh kesah masyarakat, manakala melihat nasib anak hasil perselingkuhan. Mereka tidak salah apa apa, tapi sering kali harus menerima cemoohan. Dalam pengurusan akta kelahiran, warga belum mengetahui seperti apa prosedurnya, bahkan cenderung takut atau malu. Haris berharap Pemkab Rembang mempermudah pelayanan, supaya anak diluar nikah mendapatkan hak yang sama. Apalagi akta kelahiran merupakan syarat utama mendaftar ke sekolah.

Hal senada diungkapkan Muhammad Abadi, warga desa Dadapan Kec. Sedan yang turut menampung belasan anak terlantar. Ada anak asuhnya sampai sekarang tidak mempunyai akta kelahiran, karena asal usul belum jelas. Kala itu diserahkan oleh aparat kepolisian. Sementara untuk proses pembelajaran, tidak disekolahkan pada sekolah formal. Tapi mereka memperbanyak belajar di pondok pesantren.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang, Daenuri menegaskan pihaknya siap melayani anak hasil hubungan gelap atau diluar nikah.
Bedanya, anak dari pernikahan resmi, nama orang tua, ayah dan ibu dicantumkan lengkap. Jika tidak, bisa saja hanya menuliskan nama ibu. Ayahpun dapat dimasukkan, asalkan ada perintah Pengadilan. Begitupun syarat foto copy legalisir buku nikah, khusus anak diluar nikah sementara ditiadakan. Cukup mengisi formulir, nama dimasukkan dulu dalam kartu keluarga, foto copy KTP ibu dan diketahui dua orang saksi, sehari kemungkinan bisa langsung jadi.

Ia meminta masyarakat jangan khawatir, pihaknya tidak akan melanggar hak anak memperoleh akta kelahiran. Tapi bukan berarti Disdukcapil menyetujui adanya hubungan gelap.

Daenuri menambahkan belakangan kesadaran masyarakat di kabupaten Rembang, untuk segera mengurus akta kelahiran cukup tinggi. Sehari rata rata berkisar antara 50 sampai dengan 150 pemohon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *