Flash News
No posts found

Penipuan Menyasar Usaha Kecil, Modusnya Sangat Terencana

Sanyoto menunjukkan surat undangan ikut pelatihan dari Kementerian Koperasi Dan UKM yang belakangan diketahui palsu, Selasa siang (30/9).

Sanyoto menunjukkan surat undangan ikut pelatihan dari Kementerian Koperasi Dan UKM yang belakangan diketahui palsu, Selasa siang (30/9).

Rembang – Bagi anda pelaku usaha kecil dan menengah, waspadalah, karena belakangan ini marak aksi penipuan yang mengaku dari Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah. Modus penipuan sangat terencana, sehingga kalau tidak hati hati, korban akan langsung tertarik.

Sanyoto, seorang pemilik usaha rengginang teri di desa Purworejo Kec. Kaliori menjelaskan awalnya ada seseorang mengirimkan pesan pendek sms ke nomor HP isterinya, mengabarkan dari Kementerian Koperasi Dan UKM akan menggelar pelatihan. Setelah itu minta alamat email. Tak berselang lama, Sanyoto membuka email, ternyata mendapatkan kiriman rencana bimbingan tekhnis bagi pelaku usaha kecil menengah, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Lengkap pula rincian jadwal pelatihan selama dua hari di Hotel Santika TMII Jakarta, antara 1 – 2 Oktober 2014.

Dalam lampiran itu disebutkan untuk menghubungi Ir. Ahmad Hermawan, selaku pelaksana kegiatan, nomor HP nya 081 219 160 558. Begitu ditelefon, pelaku mengabarkan setiap peserta berhak mendapatkan biaya akomodasi dan transportasi sebesar Rp 10 Juta. Pada akhir pelatihan, peserta juga akan diarahkan bagaimana caranya membuat proposal pengajuan dana bantuan sosial kepada Kementerian Koperasi Dan UKM.

Kecurigaan mulai muncul, lantaran penawaran tersebut dianggap tidak logis. Lebih lebih, stempel Kementerian diketahui palsu, terlihat jelas hasil scan. Apalagi belakangan mensyaratkan peserta musti datang ke mesin ATM, alasannya untuk mengaktifkan nomor urut pelatihan. Ia akhirnya memilih tidak menanggapi, karena menduga aksi ini dilakukan jaringan penguras uang ATM.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Disperindagkop Dan UMKM kab. Rembang, Sardjono membenarkan pihaknya sempat mengikuti pertemuan ditingkat provinsi Jawa Tengah, langsung diwanti wanti adanya modus penipuan yang menyasar kalangan usaha kecil dan menengah. Bahkan waktu itu disandingkan, antara kop surat Kementerian yang asli dan palsu, supaya lebih mudah membedakan.

Sarjono menambahkan yang mengherankan pelaku mengetahui nama usaha, nama pemilik, termasuk nomor kontak.

Dalam membuat selebaran, mencatut nama nama deputi Kementerian Koperasi Dan UKM, kemungkinan mengambil lewat website. Maka ia menghimbau pelaku usaha, jangan mudah percaya, begitu ada penawaran. Sebaiknya konfirmasi dulu ke instansinya, sehingga bisa dicek benar atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *