Flash News
No posts found

Ada Pembalut, BLH Siap Bergerak

Sampah memenuhi aliran sungai, di perbatasan Lasem – Pancur.

Sampah memenuhi aliran sungai, di perbatasan Lasem – Pancur.

Pancur – Warga mengeluhkan banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke sungai, dari atas jembatan Ngepreh sebelah utara desa Japerejo dan jembatan timur gapura masuk desa Jeruk Kec. Pancur.

Chumaedi, seorang warga desa Tuyuhan Kec. Pancur mengaku sering memergoki pengendara sepeda motor dengan membawa tas kresek berisi sampah, langsung dibuang ke sungai dari atas kedua jembatan tersebut. Sebagian sampah terbawa arus menuju bagian bawah, seperti desa Karaskepoh dan Tuyuhan. Padahal ketika musim kemarau seperti sekarang, air sungai menjadi andalan untuk keperluan mandi dan mencuci.

Pernah suatu hari, ada pula sampah pembalut wanita hanyut. Tentu hal ini sangat memprihatinkan. Chumaedi mendesak kepada pemerintah kabupaten Rembang tanggap. Paling tidak ada usaha memasang papan peringatan larangan keras membuang sampah ke sungai, untuk menekan pencemaran.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Rembang, Purwadi Samsi menyatakan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, kedepan harus selalu didorong. Konsep bank sampah, kemudian akhir bulan warga bisa memperoleh hasil dari penjualan sampah, musti diperluas. Kalau belum sanggup, sampah yang ada cepat dibakar saja.

Namun secara umum pihaknya menanggapi positif usulan pemasangan papan himbauan di dekat sungai. Ia berjanji akan segera mendata sungai sungai besar yang rawan menjadi sasaran pembuangan sampah. Setelah itu pada APBD 2015, diusulkan melalui rapat pembahasan anggaran daerah.

Berbeda dengan sungai di desa Pamotan Kec. Pamotan. Kalangan pecinta alam di Pamotan memilih bergerak lebih dulu, dengan memasang papan larangan membuang sampah ke sungai. Seperti tampak di dekat jembatan sebelah utara Masjid Pamotan dan jembatan barat Polsek Pamotan. Mereka khawatir tumpukan sampah tidak hanya mengganggu kesehatan warga, tetapi juga memperparah banjir pada musim penghujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *