Flash News
No posts found

Lemas, Puluhan Hektar Menganggur

Dua petambak di desa Dresi Wetan ini sibuk mengeduk saluran air. (gambar atas) Selang air tergetelak di pinggir tambak yang mengering.

Dua petambak di desa Dresi Wetan ini sibuk mengeduk saluran air. (gambar atas) Selang air tergetelak di pinggir tambak yang mengering.

Kaliori – Puluhan hektar tambak garam di Kec. Kaliori menganggur, gara gara kekeringan, tidak mendapatkan pasokan air laut yang cukup. Hal itu diperparah dengan pendangkalan saluran dan banyaknya tiang penyangga warung di pinggir jalur Pantura, yang menutupi saluran air.

Lahan tambak menganggur ini, paling banyak tersebar di desa Dresi Kulon, Dresi Wetan dan Purworejo Kec. Kaliori.

Juri, seorang buruh garap tambak di desa Dresi Wetan mengatakan kondisi seperti sekarang sangat meresahkan, karena sektor garam merupakan andalan ekonomi masyarakat. Ia terpaksa menyedot air menggunakan mesin diesel lebih jauh, mencapai 1 kilo meter dari lahan tambak, yang terpenting memperoleh suplai air laut. Sedangkan kanan kiri tambaknya, dibiarkan mengering. Padahal kalau memperhitungkan ramalan cuaca, petambak bisa membuat garam sampai bulan November mendatang. Tapi ternyata sejak bulan September, sebagian sudah berhenti.

Petambak lainnya, Karmidin asal desa Sambiyan Kec. Kaliori mengaku setiap malam antar buruh garap begadang, saling berebut air, manakala ombak pasang. Ia berharap pemerintah ikut membantu mengatasi pendangkalan saluran. Termasuk bagaimana caranya mengeruk saluran di bawah warung. Tentu tidak bisa menurunkan alat berat beckhoe. Jalan satu satunya menggunakan piranti manual, seperti cangkul. Sayangnya, sejauh ini belum ada yang menggerakkan.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menanggapi kekeringan tambak garam di kecamatan Kaliori, bukan semata mata karena kendala saluran. Tapi juga disebabkan siklus ombak pasang yang cenderung terus menurun selama bulan September. Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) memprediksi bulan Oktober ini, gelombang pasang akan kembali meningkat, sehingga harapannya mampu menjangkau ke lahan yang agak jauh dari laut. Tinggal nanti para petambak memperdalam saluran secara swadaya, jangan melulu menggantungkan pemerintah.

Suparman menambahkan dampak alam tersebut tidak akan menurunkan target produksi garam tahun 2014 sebanyak 200 ribu ton.

Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang masih optimis, target tersebut bisa terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *