Flash News
No posts found

Petugas Larang Penyembelihan Ternak, Ini Alasannya

Petugas mengecek kambing di tempat penampungan hewan qurban desa Ngotet Rembang, Jumat siang.

Petugas mengecek kambing di tempat penampungan hewan qurban desa Ngotet Rembang, Jumat siang.

Rembang – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Dan Kehutanan bersama Kementerian Agama Kab. Rembang, hari Jumat (03/10) menemukan hewan ternak qurban sakit dan menderita cacat fisik.

Temuan itu ketika melakukan pemantauan di tempat penampungan hewan qurban di desa Ngotet Kec. Rembang Kota. Sedikitnya ada 2 ekor kambing diare dan 3 kambing matanya buta.

Idham Rahmadi, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Distanhut Kab. Rembang menyarankan untuk ternak yang sakit, wajib disembuhkan dulu. Sedangkan kalau cacat fisik, sesuai arahan petugas Kementerian Agama, lebih baik jangan disembelih untuk qurban. Menurut Idham, pengecekan semacam ini akan digiatkan sampai beberapa jam sebelum penyembelihan, untuk mendeteksi kemungkinan penyakit berbahaya.

Tri Mulyani, petugas Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang membenarkan penyembelihan hewan qurban harus sesuai syariah. Mulai dari tata cara hingga kesehatan ternak. Tidak asal menyembelih begitu saja. Maka sebelum membeli, warga musti mengecek dulu kondisi hewan. Begitu mendapati ada yang tidak beres, secepatnya meminta ganti ternak baru.

Setelah dari desa Ngotet, tim gabungan selanjutnya bergeser menuju sejumlah tempat penampungan ternak qurban di desa lain.

Seorang warga desa Ngotet, Suyono menganggap langkah turun ke desa desa cukup baik, supaya masyarakat memahami tahapan qurban yang benar. Biasanya, ketika menyembelih ternak, mendatangkan tenaga khusus, yang dianggap mengerti seluk beluk qurban. Tapi kedepan siap mencoba sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *