Flash News
No posts found

Dapat Penghuni Baru, Belasan ABK Dirawat Swadaya

Muhammad Abadi sibuk mengajari anak asuhnya, baru baru ini.

Muhammad Abadi sibuk mengajari anak asuhnya, baru baru ini.

Sedan – Pondok Pesantren bengkel moral Roudlotun Nasi’in desa Dadapan Kec. Sedan, sebuah pondok yang merawat anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan penghuni baru.

Namanya Bayu, penyandang tuna grahita, berusia 14 tahun. Ia ditemukan kali pertama oleh warga desa Dadapan, yang kebetulan bekerja di Batam Kepulauan Riau. Saat itu bayu terlantar di jalan. Bayu hanya mempunyai seorang nenek, itupun sudah lanjut usia. Karena merasa kasihan, Bayu diajak ke Rembang dan diantarkan menuju pondok pesantren Roudlotun Nasi’in. Biaya transportasinya ditanggung oleh forum komunikasi warga Dadapan, setiap orang iuran Rp 20 ribu.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotun Nasi’in, Muhammad Abadi mengatakan cara tersebut lebih baik, daripada Bayu menggelandang.

Muhammad Abadi menambahkan di pondoknya terdapat 99 anak. Dari jumlah itu, ada 13 anak berkebutuhan khusus, 8 diantaranya tidak mempunyai keluarga. Meski penghuni semakin bertambah, namun ia berupaya agar keberadaan anak berkebutuhan khusus tetap terawat dengan baik. Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada ABK, masing masing anak Rp 2 ribu per hari. Memang untuk makan sehari saja belum cukup, tapi setidaknya bisa meringankan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kab. Rembang, Prapto Rahardjo mendukung langkah sejumlah warga secara suka rela merawat anak anak terlantar. Apalagi di kabupaten Rembang sendiri, belum ada panti khusus.

Menurutnya kemampuan pemerintah terbatas. Tapi kedepan akan berusaha membantu meningkatkan anggaran, untuk menangani anak berkebutuhan khusus yang terlantar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *