Flash News
No posts found

Mulai Terancam, Diminta Tiru Singkawang

Salah satu rumah kuno di desa Jolotundo Kec. Lasem. Keberadaan bangunan tersebut terancam oleh kepentingan lain.

Salah satu rumah kuno di desa Jolotundo Kec. Lasem. Keberadaan bangunan tersebut terancam oleh kepentingan lain.

Lasem – Upaya untuk melindungi rumah kuno sebagai benda cagar budaya di kecamatan Lasem, belum mempunyai konsep yang jelas.

Pegiat Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (FOKMAS) Lasem, Danang Suastika mengatakan sejumlah bangunan kuno di pinggir jalan, kini telah dibongkar kemudian difungsikan menjadi pertokoan.

Ia menganggap pelestarian rumah kuno menimbulkan situasi dilematis. Satu sisi, pemerintah sulit menghalangi pemilik bangunan untuk tidak merubah bentuk maupun menjual kepada pihak lain, sedangkan di sisi lain rumah kuno seperti itu merupakan aset cagar budaya.
Danang khawatir lama kelamaan ciri khas Lasem dengan bangunan tempo dulu, akan tergeser perkembangan ekonomi, apabila pemerintah tidak cepat turun tangan. Menurutnya pembahasan Peraturan Daerah tentang benda cagar budaya dipercepat, paling tidak bisa menjadi payung hukum, untuk menekan alih fungsi rumah kuno. Sebelum ada Perda, Pemkab musti berinisiatif duduk bersama dengan tokoh Lasem, pemilik bangunan dan pegiat sejarah.

Anggota DPRD Rembang dari desa Jolotundo Kec. Lasem, Edi Kartono menuturkan jumlah bangunan kuno di Kec. Lasem sementara masih sangat banyak. Rata rata diwariskan secara turun temurun.

Ketua Fraksi Partai Demokrat ini mendukung pembuatan Perda Benda Cagar Budaya. Tapi hal itu jangan semata mata diandalkan. Pemkab Rembang juga harus gencar mempromosikan, supaya peninggalan sejarah yang ada di Lasem lebih terkenal ke tingkat nasional maupun luar negeri, menjadi paket wisata layak didatangi. Ia mencontohkan daerah Singkawang Kalimantan Barat, berhasil menonjolkan rumah rumah Tionghoa, untuk menyedot para wisatawan. Padahal dari segi jumlah bangunan, Lasem tak mau kalah.

Edi Kartono menambahkan selain menikmati suasana masa lalu, pengunjung sebenarnya juga bisa disuguhi aneka batik Lasem. Ia mengapresiasi langkah langkah sejumlah kalangan akan menggelar arak arakan batik. Ajang tersebut diharapkan semakin mengenalkan Lasem kepada masyarakat luar daerah, karena dalam destinasi wisata, satu sama lain saling berkaitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *