Flash News
No posts found

Sudah Diperketat, Camatpun Ikut Jadi Korban

Suasana penjamasan bende becak di pendopo makam Sunan Bonang, hari Minggu.

Suasana penjamasan bende becak di pendopo makam Sunan Bonang, hari Minggu.

Lasem – Sejumlah orang menjadi korban pencopetan, saat mengikuti kegiatan penjamasan bende becak di desa Bonang Kec. Lasem, hari Minggu (05 Oktober 2014). Salah satunya adalah Pelaksana Tugas Camat Lasem, Kukuh Purwasana. Sang camat kehilangan dompet, berisi uang sekira Rp 700 ribu, SIM dan ATM.

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada mengatakan sebenarnya upaya pengamanan cukup ketat, melibatkan sekira 60 personel, gabungan dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP. Tapi saat warga ramai berdesak desakan, saling berebut air bekas penjamasan gong kecil (bende becak), yang dipercaya peninggalan masa Sunan Bonang, situasi kisruh. Polisi fokus menjaga air, sebelum prosesi benar benar selesai. Apalagi banyaknya warga, sulit mengawasi pengunjung. Diduga pelaku pencopet menyusup ke tengah tengah kerumunan masyarakat, kemudian baru menggasak dompet.

Pelaksana Tugas Camat Lasem, Kukuh Purwasana melalui alat pengeras suara menghimbau pelaku untuk mengembalikan dompet tersebut. Kalaupun uang diambil, tidak masalah. Asalkan surat surat penting, seperti SIM dan ATM bisa kembali.

Penjamasan bende becak tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Pengunjung tidak hanya datang dari kabupaten Rembang saja, tetapi juga banyak yang berasal dari Pati, Blora dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Sumarti, seorang pengunjung asal Gresik Jawa Timur mengaku rela datang sehari sebelumnya. Ia lega, begitu mendapatkan air bekas penjamasan gong kecil sebanyak 2 botol. Nantinya akan digunakan untuk membasuh muka atau minum sekeluarga, konon bisa mendatangkan berkah kesehatan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, Karsono menjelaskan penjamasan bende becak selama ini digelar di rumah juru kunci Sunan Bonang, Abdul Wakid, tetapi sekarang dipindahkan ke pendopo makam Sunan Bonang.

Hal itu ada baiknya, karena lokasi pendopo cukup luas, sehingga mampu menampung pengunjung lebih banyak.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kegiatan tersebut meminta supaya penjamasan bende becak dikemas secara serius, lantaran potensial menjadi sarana wisata.

Kalau banyak wisatawan luar daerah datang, diharapkan ikut mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *