Flash News
No posts found

“Dawam Jadi Tersangka, Jangan Ada Sweeping…”

Mobil Satlantas Polres Rembang berpatroli, memantau sopir bus yang ugal ugalan di jalur Pantura, Senin siang.

Mobil Satlantas Polres Rembang berpatroli, memantau sopir bus yang ugal ugalan di jalur Pantura, Senin siang.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang memastikan sopir bus Sinar Mandiri yang menabrak ulama asal Soditan Lasem, H. Nurul Huda diproses hukum.

Sang sopir, Ahmad dawam (46 tahun), warga Bojonegoro Jawa Timur sampai hari Senin (06 Oktober 2014), terus menjalani pemeriksaan penyidik kecelakaan.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto mengatakan Ahmad Dawam diduga bersalah, karena menerobos jalan yang bukan jalurnya, sehingga mengakibatkan pengendara sepeda motor, H. Nurul Huda menghembuskan nafas terakhir. Pihaknya menjerat tersangka dengan pasal 310 ayat 1 Undang Undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Karena sudah ditangani aparat kepolisian, ia menghimbau masyarakat jangan main hakim sendiri. Apalagi melakukan sweeping di jalur Pantura.

Iptu Haryanto menambahkan tidak hanya bus Sinar Mandiri saja, manakala ada bus kepergok ugal ugalan, melaju dengan kecepatan tinggi, akan langsung ditindak tegas. Ia memerintahkan anggotanya menilang pengemudi, supaya lebih menghargai pengguna jalan lain.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di sebelah timur jembatan Bagan Lasem, Sabtu malam, dekat lokasi proyek pembetonan.

Bus Sinar Mandiri yang mustinya antre di bahu jalan sisi utara, justru banting setir ke kanan, nekat melintasi bahu jalan sebelah selatan. Bus akhirnya menabrak H. Nurul Huda, ulama warga desa Soditan hingga meninggal dunia. H. Nurul Huda dimakamkan di kampung halamannya desa Punjulharjo.

Nursalim, tokoh masyarakat desa Punjulharjo mengatakan memang banyak warga yang kesal terhadap ulah sopir bus Sinar Mandiri tersebut. Tapi emosi masih terkendali dan tidak dilampiaskan dengan mencegati bus Sinar Mandiri secara membabi buta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *