Flash News
No posts found

Digeruduk Warga, Pilih No Comment

Warga berdemo di balai desa Bonang Kec. Lasem, Senin siang.

Warga berdemo di balai desa Bonang Kec. Lasem, Senin siang.

Lasem – Sekira 20 an orang warga menggeruduk Balai Desa Bonang Kec. Lasem, hari Senin (06 Oktober 2014). Mereka menuntut sang Kades mundur, karena diduga melakukan berbagai penyimpangan.

Massa mayoritas kaum perempuan datang dengan membawa sejumlah batang kayu, rencananya untuk menyegel balai desa. Selain itu, warga juga membawa poster bernada protes.

Solikul Huda, salah satu warga desa Bonang merasa kecewa terhadap kepemimpinan Kades Syaeful Sodiqin. Ia membeberkan beberapa tuduhan, seperti Kades mendirikan rumah pribadi di atas tanah bengkok perangkat desa, melakukan pemotongan alokasi dana desa dan membeda bedakan pelayanan masyarakat. Kalau kebetulan bukan pendukungnya saat Pilkades lalu, tidak dilayani dengan baik. Bahkan kepala TK Masyitoh Sunan Bonang saat akan mengajukan proposal, gagal memperoleh tanda tangan Kades. Akibatnya dana bantuan hangus.

Kepala Desa Bonang, Syaeful Sodiqin enggan menemui massa. Ia beralasan seharusnya warga memanfaatkan forum mediasi yang difasilitasi kecamatan. Terkait benar tidaknya tuduhan pendemo, Syaeful memilih tidak berkomentar (no comment). Masyarakat umum bisa menilai, dirinya tidak perlu membela diri.

Ketika warga akan menyegel pintu balai desa, polisi menghimbau jangan bertindak nekat.

Pelaksana Tugas Camat Lasem, Kukuh Purwasana juga mempersilahkan warga berdemo. Tapi jangan memblokir balai desa, karena merupakan fasilitas publik. Jika ditutup menggunakan palang kayu, pihaknya khawatir akan mengganggu pelayanan masyarakat.

Mendengar himbauan itu, akhirnya massa membatalkan rencana penyegelan kantor balai desa.
Merasa tidak mendapatkan tanggapan memuaskan, massa kemudian membubarkan diri. Mereka mendatangi Pemkab Rembang, ingin menagih janji hasil pemeriksaan Inspektorat terhadap Kades Bonang, bulan Juni lalu.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan pihaknya tidak bisa sembarangan mencopot Kades Bonang, tanpa bukti bukti yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *