Flash News
No posts found

1001 Cara, Berburu Air Kotor

Warga desa Pranti Kec. Sulang membuat sumur resapan di pinggir sungai, Selasa pagi (07/10) supaya bisa memperoleh air lebih jernih.

Warga desa Pranti Kec. Sulang membuat sumur resapan di pinggir sungai, Selasa pagi (07/10) supaya bisa memperoleh air lebih jernih.

Sulang – Warga desa Pranti Kec. Sulang terpaksa membuat sumur gowak resapan di pinggir sungai, untuk mengatasi kesulitan air bersih, setelah bencana kekeringan melanda desa tersebut, selama tiga bulan terakhir.

Jumeneng, seorang warga desa Pranti menuturkan kekeringan terparah di wilayah Pranti bagian utara. Mereka mengandalkan aliran sungai yang mengendap. Karena banyak bercampur dengan daun kering, warga menyiasati membuat lubang lubang resapan, sedalam 30 – 50 centi meter. Setelah lubang terisi air, diambil untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian. Menurut Jumeneng, cara tersebut lebih praktis, daripada mengambil air ke sumur atau embung, lantaran jaraknya lumayan jauh. Kebetulan dua embung besar, terletak di desa Pranti bagian selatan.

Warga desa Pranti lainnya, Pasi menjelaskan sebenarnya pihak desa telah berupaya membuat sumur di depan GOR Mbesi Rembang, kemudian dialirkan melalui jaringan pipa, ke rumah rumah penduduk. Tapi saat kemarau panjang, debet air menurun drastis. Air dimasukkan lebih dulu ke dalam bak penampungan, setelah itu baru dimanfaatkan masyarakat.

Karena ia butuh cepat mencuci pakaian, maka air sungai yang kotor tetap menjadi andalan. Perkiraan, satu bulan kedepan air sungai masih cukup, untuk meringankan beban masyarakat.

Tak hanya warga desa Pranti, sungai tersebut juga menjadi sarana pengairan bagi warga desa Bogorame bagian utara. Tiap pagi dan sore, pinggir sungai yang airnya berwarna hijau kecoklatan ini selalu ramai.

Kepala Desa Pranti Kec. Sulang, Dahlan menyatakan penanganan kekeringan dilakukan bertahap setiap tahun. Solusinya menambah jumlah sumur dan embung. Itupun sumur tetap membuat di luar kampung, karena tanah di desa Pranti sendiri, sangat susah mencari sumber air yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *