Flash News
No posts found

Kongkow Terfavorit Lansia, Semua Kegundahan Tumpah

Para Lansia berdesak desakan di pojok ex Stasiun Rembang. Tak sekedar kongkow kongkow, tapi juga mencurahkan berbagai kegundahan.

Para Lansia berdesak desakan di pojok ex Stasiun Rembang. Tak sekedar kongkow kongkow, tapi juga mencurahkan berbagai kegundahan.

Rembang – Tempat ini menjadi lokasi paling favorit untuk mangkal, bagi kalangan lanjut usia di kota Rembang. Sejak pagi sampai siang hari, selalu ramai. Mulai obrolan seputar keluarga, ekonomi, bahkan sampai masalah pemerintahan, lengkap disini.

Yah..tempat tersebut berada di sebelah barat Ex Stasiun Rembang, tepatnya depan kios cukur rambut.

Gunadi, warga desa Pandean Rembang, salah satunya. Pria berusia 70 tahun pensiunan Rumah Tahanan Rembang ini seakan akan seperti menjadi pelanggan setia. Menurutnya, dalam sebulan, hampir setiap pagi menghabiskan waktu di pojok Ex Stasiun Rembang tersebut. Alasannya sepele, banyak teman sesama pensiunan berkumpul, daripada bengong sendirian di rumah. Ketika menginjak pukul 10 pagi, Gunadi baru pulang.

Kaum lanjut usia lainnya asal Tawangsari, Slamet Kromorejo menganggap selain bertukar pengalaman, ajang kumpul santai itu juga bisa menjadi sarana merekatkan persaudaraan. Maklum, setelah pensiun, mereka jarang bertemu, karena tidak lagi bekerja. Salah satu yang paling hangat dibahas belakangan ini adalah ketidakcocokan terhadap keputusan DPR, terkait pemilihan bupati dan wakil bupati dipilih oleh anggota dewan.

Pemilik cukur rambut, Suwardi ikut menimpali masalah pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat yang dihapus, langsung menjadi topik terpanas. Ia merasa prihatin, karena akan “menggemukkan” anggota DPRD. Sedangkan rakyat hanya puas menonton dari luar arena.

Pria warga desa Kedungrejo – Rembang ini tak masalah tempat usahanya berfungsi ganda sebagai ajang berkumpulnya para lanjut usia.
Bahkan sering kali kursi yang tersedia untuk mengantre cukur rambut, tak cukup menampung. Ia justru senang, karena dengan cara cara seperti itu, kalangan pensiun bisa saling bertemu, untuk tetap ikut peduli memperhatikan perkembangan daerah dan bangsanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *