Flash News
No posts found

Rembang Pasca 20 Juli, Yang Penting Jangan Kosong

Komisioner KPU Rembang berkoordinasi dengan petugas sekretariat, tentang masa depan Pilkada langsung, hari Senin (13/10).

Komisioner KPU Rembang berkoordinasi dengan petugas sekretariat, tentang masa depan Pilkada langsung, hari Senin (13/10).

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang tetap akan mengajukan dana pada tahun anggaran 2015, untuk menggelar pemilihan langsung bupati dan wakil bupati. Jumlahnya sekira Rp 18 miliar. Perkiraan proses pembahasan di DPRD mulai berjalan pada bulan November – Desember 2014.

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin mengakui memang masih terjadi tarik ulur pemilihan kepala daerah antara dipilih melalui DPRD atau dicoblos langsung. Apalagi setelah pemerintahan SBY mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang undang atau Perppu.

Tapi selaku penyelenggara, pihaknya tak mau semakin kedodoran, jika nantinya tetap harus menggelar Pilkada langsung. Kalaupun ternyata tetap pemilihan lewat DPRD, dana juga bisa kembali masuk ke kas daerah. Semata mata hal itu sebagai bentuk kesiapan, agar proses Pilkada kelak berjalan lancar. Maka pihaknya akan berkonsultasi lagi dengan Pelaksana Tugas Bupati dan Ketua DPRD.

Maftukin menambahkan semua rencana tahapan Pilkada sampai dua putaran sudah selesai dibuat. Mustinya tanggal 13 – 15 Oktober 2014 ini, diadakan seleksi wawancara calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK). Tapi karena situasi serba tidak pasti, jadwal tahapan tersebut menjadi percuma. Semua tahapan akhirnya ikut mundur. KPU Kab. Rembang baru akan merevisi tahapan Pilkada, manakala DPR selesai mengesahan peraturan pemerintah pengganti undang undang, kalau lancar pada bulan Januari 2015 mendatang.

Karena jabatan PLT Bupati sekarang, Abdul Hafidz berakhir tanggal 20 Juli 2015, bisa dipastikan pada tanggal itu, belum ada pemimpin definitif. Biasanya untuk mengisi kekosongan, pemerintah provinsi Jawa Tengah akan menunjuk Penjabat (PJ) Bupati, seperti halnya pernah terjadi tahun 2005 silam.

Menurut komisioner KPU asal desa Sulang Kec. Sulang ini, KPU Pusat mengundang ketua KPU se Indonesia pekan ini di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu agenda pertemuan kemungkinan membahas masalah Pilkada langsung, pasca keluarnya peraturan pemerintah pengganti undang undang. Diharapkan ada perkembangan signifikan mengenai masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *