Flash News
No posts found

Memboikot Tapi Direstui

Aktivitas awak angkutan Rembang – Banyudono – Wiroto – Sumber, Senin siang (13/10). Mereka terpaksa memboikot jalur trayek.

Aktivitas awak angkutan Rembang – Banyudono – Wiroto – Sumber, Senin siang (13/10). Mereka terpaksa memboikot jalur trayek.

Kaliori – Awak angkutan pedesaan Rembang – Banyudono – Wiroto – Sumber semakin malas beroperasi, karena kondisi jalur trayek sangat tidak memadai. Selain jalan rusak parah, hal itu juga dipicu masalah klasik turunnya jumlah penumpang. Saat ini semua armada memboikot, tidak mau lagi menggunakan jalur trayek semestinya, antara barat Pasar Rembang – Banyudono – Wiroto – Sumber.

Seorang sopir angkutan pedesaan, Sukamad, warga desa Meteseh Kec. Kaliori menjelaskan banyak rekannya sesama sopir memilih jalur Rembang – Dresi Kulon – Sumber. Itupun untuk mengangkut penumpang siswa sekolah pada pagi dan siang hari. Kalau dipaksakan melintasi jalan Banyudono – Karangsekar – Pengkol, pir roda angkutan rawan putus dan ban menjadi cepat halus. Akibatnya angkutan lebih cepat diservice. Kalau sudah seperti itu, biasanya tidak kuat menyerahkan setoran, gara gara uang dari penumpang, habis untuk biaya perawatan.

Hal senada diungkapkan sopir angkutan lain, Sutrisno, warga desa Tambakagung Kec. Kaliori. Ia menyayangkan kerusakan jalan tidak cepat diperbaiki. Lama kelamaan menurunkan jumlah penumpang, disamping faktor semakin banyaknya kendaraan pribadi. Sementara ia hanya melayani penumpang yang menjadi langganan di desa Babadan dan sekitarnya, setelah itu langsung kembali ke Rembang.

Sutrisno enggan mencari penumpang di luar trayek, seperti wilayah Pantura Dresi hingga Kaliori, karena rawan bentrok dengan awak angkutan kuning, jurusan Rembang – Batangan. Dirinya berharap pemerintah ikut memikirkan nasib angkutan pedesaan yang terancam bangkrut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono memaklumi tindakan awak angkutan Rembang – Banyudono – Sumber, mengabaikan aturan jalur trayek. Pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan DPU, supaya perbaikan jalan yang dilalui angkutan umum diprioritaskan. Kalau jalan bagus, awak angkutan tentu lebih nyaman mencari rezeki.

Apakah nantinya ada rencana keringanan berupa pembebasan Uji KIR bagi awak angkutan Rembang – Banyudono – Sumber, Suyono memastikan belum ada. Ia beralasan sudah diatur dalam Perda, pihaknya tidak bisa menabrak Peraturan Daerah. Kalau ingin digratiskan, maka harus mengubah Perda dulu. Ia menganggap biaya uji KIR masih terjangkau, menurutnya tidak masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *