Flash News
No posts found

Jurnalis Rembang vs Belanda, Tak Sekedar Futsal

Sejumlah mahasiswi asal Belanda menyempatkan berfoto ala selfie di pinggir lapangan. (gambar atas) laga futsal antara tim jurnalis Rembang dengan tim mahasiswa Belanda.

Sejumlah mahasiswi asal Belanda menyempatkan berfoto ala selfie di pinggir lapangan. (gambar atas) laga futsal antara tim jurnalis Rembang dengan tim mahasiswa Belanda.

Rembang – Tim Futsal Jurnalis Rembang, Senin malam (13/10) mendapatkan lawan spesial, ketika bertanding di lapangan futsal Sawahan – Rembang. Lawan tersebut adalah sekelompok mahasiswa Seni dari Universitas Utrecht Belanda.

Tak hanya mahasiswa laki laki yang turun ke lapangan, sejumlah mahasiswi juga tak mau ketinggalan, ikut mencari keringat bersama sama.

Salah satu mahasiswa asal Belanda, Shorjd mengaku senang bisa langsung beradaptasi dengan masyarakat Rembang, termasuk menjajal kemampuan tim futsal Jurnalis. Menurutnya, futsal merupakan olahraga yang sangat menyenangkan dan sementara bisa sedikit melupakan beban. Penjelasan Shorjd diterjemahkan oleh Jepi Jumiarsih, selaku pendamping dari Magistra Utama, mitra kerja Plan Indonesia.

Kedatangan mahasiswa Belanda ke Rembang, sebenarnya mengemban misi kesenian, ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya dan tradisi kabupaten Rembang, melalui prakarsa Plan Indonesia.

Lisa, mahasiswi Utrecht lainnya menjelaskan di Belanda lebih mengenal keindahan alam Bali. Sangat sedikit membahas Rembang, sehingga dengan begitu punya banyak kesempatan mengenalkan seni tradisi Rembang, terutama tarian gambyong dan orek orek. Ia dan rekan rekannya berada di Rembang cukup lama hingga tiga minggu, karena harus menyelesaikan pembuatan video klip tarian khas Rembang. Setelah itu, mereka ke Bandung, Jawa Barat berkumpul dengan para seniman di sana. Total 5 minggu di tanah air, menurutnya memberikan pengalaman luar biasa.

Lucas “Nugi” Cristian, Manajer Program Pemberdayaan Kaum Muda Plan Indonesia Rembang mengatakan tukar menukar mahasiswa Belanda dengan Indonesia sudah sering dilakukan. Ada berbagai misi, tidak hanya menyangkut budaya, tetapi juga pengembangan wirausaha. Meski Indonesia pernah dijajah Belanda pada masa lalu, kenangan tersebut telah dikubur dalam. Justru generasi sekarang, semakin merekatkan persaudaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *