Flash News
No posts found

Mati Total, Pasien Menumpuk

Penumpukan pasien rawat jalan di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang, Kamis pagi. (gambar atas) sejumlah pasien tertunduk lemas, karena kelamaan antre.

Penumpukan pasien rawat jalan di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang, Kamis pagi. (gambar atas) sejumlah pasien tertunduk lemas, karena kelamaan antre.

Rembang – Pelayanan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang terganggu pada Kamis pagi (16 Oktober 2014), gara gara jaringan internet komputer yang terhubung dalam sistem informasi manajemen rumah sakit, mendadak mati total.

Akibatnya pelayanan bagi pasien BPJS, Jaminan Kesehatan Daerah dan pasien umum terhambat. Jaringan ke seluruh bangsal perawatan, juga ikut putus. Bahkan di loket pendaftaran pasien rawat jalan sempat terjadi penumpukan pasien, karena harus menunggu cukup lama.

Syaiken, seorang warga desa Kuangsan Kec. Kaliori mengaku akan mengobati penyakit syaraf yang ia diderita. Kebetulan memilih datang pada pagi hari sebelum pukul 7 pagi, agar mendapatkan nomor antrean lebih awal. Tapi karena ada kerusakan jaringan komputer, terpaksa menunggu hampir 3 jam.

Kejadian itu juga mendorong salah satu anggota DPRD Rembang, Supadi mendatangi rumah sakit dr R Soetrasno. Ia mendengar keluh kesah dari pasien, kemudian berupaya mencari tahu apa permasalahannya. Anggota dewan dari desa Banoan Kec. Sarang ini mendorong rumah sakit mampu menangani dan diharapkan jangan sampai terulang lagi. Kasihan pasien yang mustinya mendapatkan pelayanan cepat, menjadi terkatung katung.

Juru bicara Rumah Sakit dr R Soetrasno Rembang, Giri Saputro menjelaskan baru kali pertama ini pihaknya mengalami sistem mati total seperti pada Kamis pagi.

Untuk pasien rawat inap, bisa segera ditangani seperti biasa. Yang paling terkena dampaknya adalah pasien rawat jalan, karena petugas musti melayani secara manual. Mulai dari pendaftaran, penulisan surat egibilitas pasien (SEP), sekaligus mencocokkan dengan rekam medik sebelumnya. Butuh waktu agak lama, berbeda dengan sistem informasi manajemen rumah sakit, yang memang antara satu dengan lainnya, sama sama terhubung.
Begitu menerima laporan, lima orang tenaga tekhnologi informasi rumah sakit langsung dikerahkan, untuk menelusuri penyebab gangguan. Sekira pukul 09.45 WIB, berangsur angsur mulai dapat teratasi.

Giri Saputro menambahkan sampai Kamis siang, pihaknya terus mencari titik mana yang memicu kerusakan sistem tersebut. Menurutnya ada salah satu jalur apabila dipasang, justru mengganggu jalur lain. Sementara dilepas dulu, tapi yang jelas pelayanan sudah berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *