Flash News
No posts found

Mendadak Panen, Serbu Embung Sudo

Seorang warga menunjukkan ikan hasil tangkapan dari Embung Sudo yang mengering, Jumat pagi (17/10)

Seorang warga menunjukkan ikan hasil tangkapan dari Embung Sudo yang mengering, Jumat pagi (17/10)

Sulang – Puluhan orang menyerbu Embung Banyukuwung di desa Sudo, perbatasan Kec. Sulang dengan Kec. Sumber, dalam tiga hari terakhir ini. Mereka turun ke dasar embung yang mengering, untuk mencari ikan mujahir, kutuk, nila dan gabus. Dibalik keringnya embung serta penghentian suplai untuk pelanggan PDAM, ternyata menjadi berkah tersendiri.

Deretan parkir sepeda motor diletakkan di bawah pintu air. Tak hanya warga sekitar embung, namun banyak pula yang datang dari luar daerah. Ada ada saja caranya, mulai dari menjaring di pinggir, menggunakan pelampung ban bekas, hingga naik rakit bambu ke tengah embung.

Syahid (40 tahun) misalnya. Ia jauh jauh dari Kudus, setelah mendengar informasi Embung Sudo mengering. Apalagi operasional pengiriman air kepada pelanggan PDAM dihentikan, semakin memantapkan dirinya menjaring ikan di lokasi tersebut. Pasalnya saat air embung masih penuh, pengunjung hanya diperbolehkan memancing. Syahid mengaku sejak Kamis pagi hingga sore mendapatkan hampir 20 kilo gram ikan. Kalau jumlahnya banyak seperti itu, sebagian hasil tangkapan dijual, ikan gabus Rp 30 ribu, sementara ikan mujahir laku sekira Rp 16 ribu per kilo gram. Selebihnya dipakai untuk lauk pauk sendiri.

Beda lagi dengan Parlan, pencari ikan asal dusun Jambu desa Krikilan Kec. Sumber. Ia lebih senang mencari ikan ke embung, daripada di laut, karena lebih mudah, memanfaatkan situasi kemarau panjang. Biasanya dilakukan setelah bekerja di sawah, kebetulan menjaring ikan merupakan hobi lama. Selama 5 jam menyisir embung, ia memperoleh 12 kilo gram ikan berbagai jenis. Parlan mengklaim tidak pernah menjual ikan, tapi sering dibagi bagikan kepada tetangganya.

Operator Embung Sudo, Ngaji Suwito menjelaskan ikan di dalam embung memang sangat banyak. Beberapa kali ada bantuan bibit ikan dari pemerintah yang sengaja dilepaskan. Ukuran ikan juga lumayan besar. Pihaknya tak kuasa melarang para penjaring, karena embung sementara berhenti beroperasi, sambil menunggu musim penghujan tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *