Flash News
No posts found

Muda Mudi Digrebek Dalam Kamar, Masih Berseragam

Kepala Desa Sawahan Rembang, Zulkifli Rachman (kanan) menyerahkan pasangan muda mudi ke Kantor Satpol PP.

Kepala Desa Sawahan Rembang, Zulkifli Rachman (kanan) menyerahkan pasangan muda mudi ke Kantor Satpol PP.

Rembang – Sepasang muda mudi belum berstatus suami – isteri sah, Sabtu pagi (18 Oktober 2014) digrebek warga desa Sawahan Kec. Rembang Kota, tengah berduaan di dalam kamar kost. Ada dugaan keduanya akan berbuat mesum, sehingga langsung diamankan oleh aparat desa setempat.

Laki laki berusia 20 tahun berinisial S sudah bekerja di salah satu perusahaan, sedangkan perempuan berinisial D, usianya 17 tahun, masih bersekolah di sebuah SMK swasta di Rembang. Ketika kepergok warga, sang wanita masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Untuk mencegah emosi warga, pihak desa Sawahan memutuskan membawa pasangan tersebut ke Kantor Satpol PP di Jl Dr Sutomo Rembang.

Fajrin Rifana, petugas Satpol PP Rembang menjelaskan pihaknya mengundang perwakilan pemerintah desa, sesuai alamat pria dan wanita. Sekolah juga turut dihadirkan, supaya mereka ikut mengambil langkah langkah penanganan. Melalui forum pertemuan singkat, disepakati sekolah berjanji segera memanggil orang tua dari pihak laki laki dan perempuan, guna mencari solusi terbaiknya.

Fajrin Rifana menambahkan peristiwa di desa Sawahan Rembang ini langsung dilaporkan kepada pimpinan Satpol PP. Upaya pengawasan kedepan seperti apa, tentu akan dibahas lebih lanjut. Tapi menurutnya pemilik kost dan masyarakat harus lebih peduli, jangan sampai kamar kost berubah menjadi ajang maksiyat.

Kepala Desa Sawahan, Zulkifli Rachman enggan memberikan komentar atas penggrebekan itu. Ia mempersilahkan wartawan, untuk bertanya langsung kepada Satpol PP.

Sementara itu Joko Suprihadi, anggota DPRD Rembang menyarankan Pemkab membuat regulasi aturan, tentang operasional tempat kost. Belakangan banyak perusahaan baru yang juga mendorong tumbuhnya kost kosan di Rembang dan Lasem. Setidaknya ada rambu rambu yang jelas, ketika terjadi pelanggaran. Jangan kemudian dibiarkan saja tanpa kontrol dari instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *