Flash News
No posts found

DPRD Bereaksi, Warga Didukung

Warga desa Pasar Banggi menutup pintu gerbang proyek pembangunan gudang Alvamart di pinggir jalur Pantura.

Warga desa Pasar Banggi menutup pintu gerbang proyek pembangunan gudang Alvamart di pinggir jalur Pantura.

Rembang – DPRD Rembang siap membantu memfasilitasi pertemuan, terkait masalah protes warga desa Pasar Banggi Kec. Rembang Kota kepada pihak Alvamart yang berujung aksi demo menutup proyek pembangunan gudang Alvamart di pinggir jalur Pantura desa Pasar Banggi, hari Sabtu.

Anggota DPRD Rembang Bidang Ekonomi, Joko Suprihadi mengatakan kalau pertemuan antara warga dengan manajemen Alvamart langsung membuahkan hasil, tentu lebih baik. Tapi manakala masih buntu, pihaknya akan turun membantu, yang penting investasi berjalan, sedangkan aspirasi masyarakat setempat dapat terpenuhi, asalkan masih dalam batas kewajaran.

Joko Suprihadi menambahkan anggota dewan sempat memantau lokasi proyek, ternyata sangat luas dan diperkirakan membutuhkan tenaga kerja lumayan banyak. Karena bergerak di sektor penyimpanan barang, menurutnya mayoritas calon tenaga kerja tidak perlu kualifikasi pendidikan terlalu tinggi, semisal sarjana. Maka pihaknya juga mendorong investor mengutamakan tenaga kerja dari desa sekitar, untuk menumbuhkan iklim bisnis yang sehat, justru kelak nantinya akan sama sama menguntungkan.

Seorang warga desa Pasar Banggi Rembang yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah dua kali melamar pekerjaan ke Alvamart, namun tak kunjung diterima. Wanita lulusan SMA ini berharap suatu saat bisa direkrut, karena tidak ingin berlama lama menganggur.

Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno membenarkan jumlah pengangguran di desanya semakin banyak, semenjak cabang perusahaan rokok Bentoel tutup. Ibaratnya warga membutuhkan pengganti pekerjaan, termasuk menggantungkan operasional gudang Alvamart. Informasi yang ia terima, konon gudang tersebut mampu menyedot 600 orang pekerja. Kalau belakangan muncul tuntutan 30 % tenaga kerja harus dari warga desa Pasar Banggi atau setara 180 orang, menurutnya tidaklah berlebihan.

Rasno menambahkan tuntutan dialamatkan untuk dua pihak. Yang pertama kepada Alvamart berisi tentang perekrutan tenaga kerja dan pemberian bantuan uang rutin Rp 5 juta per tahun. Sedangkan tuntutan lain kepada kontraktor pelaksana pembangunan gudang, didesak membantu menyelesaikan pembangunan gedung serba guna Pasar Banggi. Sementara kekecewaan terbesar memang ditujukan kepada kontraktor. Sejauh ini kontraktor maupun Alvamart telah berupaya menghubunginya, ia sebatas menjawab mengikuti kemauan warga dan menunggu keseriusan mereka.

Sampai hari Minggu (19 Oktober 2014) belum ada satupun perwakilan Alvamart memberikan tanggapan. Saat Reporter R2B mendatangi lokasi proyek, suasana masih lengang pasca penutupan pintu gerbang oleh massa pendemo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *