Flash News
No posts found

Merasa Dikorbankan, Buka Bukaan Peran Salim

Herlin Murti Astuti menunjukkan pernyataan tertulis suaminya, Agus Supriyanto. (gambar atas) Moch. Salim ikut turun langsung, ketika pengecekan dan pengukuran jalan Wonokerto – Tegaldowo.

Herlin Murti Astuti menunjukkan pernyataan tertulis suaminya, Agus Supriyanto. (gambar atas) Moch. Salim ikut turun langsung, ketika pengecekan dan pengukuran jalan Wonokerto – Tegaldowo.

Rembang – Mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kab. Rembang, Agus Supriyanto mendesak kepada aparat penegak hukum, untuk membongkar kasus korupsi dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID), dalam perbaikan jalan antara desa Wonokerto Kec. Sale – Tahunan – Tegaldowo Kec. Gunem. Proyek itu merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar, sama persis dengan nilai proyek.

Agus Supriyanto sebelumnya tanggal 30 September 2014 lalu divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Kalau denda tidak dibayar, harus mengganti hukuman selama 2 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Rembang, yang menuntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Merasa telah menjadi korban perintah Bupati kala itu, Agus Supriyanto dari balik jeruji besi, membuat press release bermaterai, yang isinya bahwa Bupati Rembang non aktif, Moch. Salim layak untuk diperiksa, karena diduga ikut mengarahkan aliran dana proyek tersebut. Berdasarkan fakta persidangan, Warsiman, ketua organisasi masyarakat setempat (OMS) Rukun Makmur, selaku pelaksana pekerjaan mengaku hanya memperoleh segelintir uang. Sebagian besar dana justru diserahkan kepada PT Amir Hajar Kilsi dan CV Karya Mina yang merupakan perusahaan milik keluarga Moch. Salim.

Selain itu, proyek jalan Wonokerto – Tahunan – Tegaldowo juga ditangani instansi lain, Dinas pekerjaan Umum. Tapi sejauh ini, Salim maupun Dinas Pekerjaan Umum belum tersentuh proses hukum oleh Kejaksaan Negeri.

Isteri Agus Supriyanto, Herlin Murti Astuti, warga desa Sawahan – Rembang, hari Senin (20 Oktober 2014) membeberkan tulisan suaminya yang telah diketik ulang sebanyak 2 lembar, supaya masyarakat terutama warga kabupaten Rembang mengetahui sisi lain dibalik kasus PPID.

Saat menjenguk sang suami di LP Kedungpane Semarang, lokasi ruang tahanan Agus Supriyanto kebetulan berbeda blok dan agak berjauhan dengan sel Moch. Salim.

Agus berulang kali siap membongkar dan memberikan kesaksian, supaya penyidikan kasus tidak terkesan tebang pilih. Harapannya setelah kelak keluar LP, aparat penegak hukum berani memeriksa mantan orang nomor satu di Kab. Rembang itu. Belakangan Polres Rembang juga sudah menerima laporan, tinggal menunggu komitmen mereka.

Sejumlah orang dekat Moch. Salim, sama sekali tak merespon pertanyaan Reporter R2B, tentang tudingan itu. Padahal salah satunya juga ikut hadir menjadi saksi saat sidang.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Rembang, Yusuf ketika dikonfirmasi seputar testimoni Agus Supriyanto itu enggan berkomentar.

Menurut Yusuf, tugasnya sebagai jaksa dalam kasus PPID telah selesai. Begitu ditanya ada kemungkinan Moch. Salim terjerat atau tidak, Yusuf lagi lagi menolak memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *