Flash News
No posts found

Semakin Menjamur, Infrastruktur Minim

Deretan warung makan di desa Mantingan Kec. Bulu semakin bertambah, belakangan ini.

Deretan warung makan di desa Mantingan Kec. Bulu semakin bertambah, belakangan ini.

Bulu – Jumlah warung makan di pinggir jalan raya Rembang – Blora, tepatnya sekitar Kec. Bulu meningkat pesat, akhir akhir ini. Salah satu pemicunya adalah proyek pembangunan pabrik semen, PT Semen Indonesia di tengah hutan, timur Songkel Mereng desa Kadiwono Kec. Bulu.

Pinggir jalan dekat lokasi obyek wisata kolam renang Mantingan misalnya. Semula hanya ada 2 warung makan, kini sudah bertambah menjadi 10 unit lebih. Rata rata warung berbentuk lapak sederhana, terbuat dari bahan bambu dan kayu.

Rasmini, salah satu pemilik warung makan asal desa Mantingan Kec. Bulu mengakui setelah proyek pabrik semen dimulai, masyarakat memang berlomba lomba ingin membuka usaha. Warungnya sendiri berdiri di atas lahan milik Perhutani, dengan sistem sewa Rp 500 ribu per tahun. Biasanya buka dari pukul 5 pagi sampai dengan 10 malam, mayoritas untuk melayani para pekerja pabrik semen, yang kebetulan juga menempati rumah kontrakan di depan warungnya. Ia mendukung pabrik semen segera beroperasi, supaya sektor ekonomi lainnya ikut terdorong.

Bukan hanya warung kecil semi permanen, sejumlah rumah makan berukuran besar juga mulai berdiri. Salah satunya milik Ahmad Ridwan, Kepala Desa Kadiwono Kec. Bulu, di sekitar Sadang, perbatasan antara Kab. Rembang dengan Kab. Blora. Ia mengambil lokasi itu, karena cukup strategis. Menurut informasi, kelak akan menjadi jalur keluar armada pengangkut semen.

Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia, Abimanyu menjelaskan selain menjamurnya usaha kontrakan rumah dan kos kosan, bisnis kuliner termasuk sisi positif pembangunan pabrik semen berkapasitas 3 juta ton per tahun itu. Diharapkan masyarakat sekitar ikut memanfaatkan. Kalau nantinya pabrik beroperasi tahun 2016 mendatang, dipastikan Jl Rembang – Blora akan semakin ramai.

Tapi sejumlah warga mengeluh terhadap kondisi jalan yang bertambah semrawut. Joko Budianto, seorang pengguna jalan berharap pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera melebarkan ruas jalan Rembang – Blora. Kalau tidak dimulai sejak sekarang, ia khawatir kepadatan kendaraan susah diatasi. Menurutnya, kanan kiri jalan masih layak dilebarkan 3 meter lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *