Flash News
No posts found

Data Kasus Ini Mencengangkan, Polisipun Heran

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan bersama Kabag Humas Pemkab Rembang, Johan Nurwicaksono, saat pertemuan di aula Mapolres, Rabu sore.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan bersama Kabag Humas Pemkab Rembang, Johan Nurwicaksono, saat pertemuan di aula Mapolres, Rabu sore.

Rembang – Kasus pencabulan di kabupaten Rembang semakin meningkat, akhir akhir ini, ditengah predikat sebagai kota santri. Justru kasus pencabulan lebih tinggi dibandingkan pencurian sepeda motor.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan menjelaskan Curanmor rata rata dalam sebulan hanya 1 – 2 kasus, sedangkan pencabulan bisa mencapai 4 – 5 kasus. Pihaknya sendiri merasa heran, kenapa pencabulan sampai sekarang trendnya selalu naik dan yang lebih memprihatinkan, mayoritas korban masih dibawah umur.

Ada dugaan sebagian masyarakat, terutama di pelosok pedesaan belum mengetahui keberadaan Undang Undang Perlindungan Anak. Padahal tersangka pelaku yang terjerat Undang Undang tersebut, ancaman hukumannya jauh lebih berat, dibanding tersandung pidana umum.
Maka ia langsung memerintahkan Satuan Bimbingan Masyarakat Polres Rembang bekerja sama dengan Pemkab Rembang, mengagendakan sosialisasi ke sekolah sekolah. Selain itu perwira Polres Rembang juga dijadwalkan menjadi inspektur upacara tiap Senin pagi di sekolah, supaya sosialisasi cepat mengena sasaran.

Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang, Johan Nurwicaksono menyatakan permintaan dari Polres akan ditindaklanjuti. Harapannya kasus pencabulan maupun kekerasan sexsual terhadap anak, benar benar mampu ditekan.

Penanganan kasus pencabulan maupun pemerkosaan selama ini disidik oleh satu pintu yakni Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak Satuan Reskrim Polres Rembang.
Data terbaru ada kasus pencabulan terjadi di sebuah desa di kecamatan Sulang. Seorang anak perempuan berusia 9 tahun diduga dicabuli ayah tirinya. Kasus terbongkar, karena korban mengeluh sakit ketika buang air kecil. Merasa tak terima, ibu korban melaporkan peristiwa memalukan itu kepada polisi.

1 Komentar

  1. ambimanyu

    sungguh memprihatinkan sekali kasus tindak asusila ini, kepedulian dan turun tangan semua pihak penting. data ini meski masih jauh dari trend korupsi yang sungguh menggurita dari pusat kekuasaan kabupaten hingga ke desa-desa sepertinya perlu mendapatkan perhatian yang serius.. meski harus disayangkan hingga saat ini pemberantasan korupsi di rembang masih terseok-seok, masish banyak aktor penting tidak tersentuh seperti keganjilan kasus RBSJ dan PPID yang hingga kini hanya menyeret 2-3 orang saja dan dari pihak berwajib seperti menutup mata..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *