Flash News
No posts found

Ditutup Terpal, 2019 Diangkat

Perahu kuno ditutupi terpal, untuk mengurangi kandungan garam.

Perahu kuno ditutupi terpal, untuk mengurangi kandungan garam.

Rembang – Situs perahu kuno di desa Punjulharjo, Rembang menunggu penanganan dari pemerintah, karena sangat layak dikembangkan sebagai sarana wisata.

Situs perahu kuno itu semula ditemukan warga terpendam di dalam tambak tahun 2008 silam. Panjangnya mencapai 15 meter dengan lebar 4 meter lebih. Umur perahu diperkirakan lebih tua dibandingkan Candi Borobudur. Seiring berjalannya waktu, kondisi perahu lama kelamaan terancam rusak, karena pengaruh kadar garam air laut. Saat ini seluruh badan perahu ditutup terpal. Pihak Balai Kepurbakalaan berencana melakukan pencampuran dengan bahan kimia khusus, untuk menghilangkan kandungan garam.

Penjaga situs perahu kuno Punjulharjo, Idhomatus Surur menjelaskan setelah selesai, baru dilanjutkan perendaman cairan lainnya. Bulan November mendatang dimulai dan butuh waktu setidaknya 4 tahun, agar kayu perahu yang lapuk menjadi keras. Perkiraan tahun 2019, perahu kuno diangkat. Namun nantinya tetap dipertahankan pada posisi semula, untuk bahan pameran. Kalau terus terusan terpendam, pengunjung tentu kurang leluasa menyaksikan.

Sementara benda temuan dari dalam perahu, seperti tulang belulang dan tembikar kuno, sampai hari Kamis (23 Oktober 2014) masih dibiarkan menumpuk. Belum ada penelitian lebih lanjut.

Kepala Desa Punjulharjo Rembang, Muntholib menuturkan rencananya tahun 2015 pemerintah pusat akan menggelontorkan dana Rp 1,5 miliar, untuk menata situs perahu kuno. Tapi yang menjadi kendala, situs menempati sebagian lahan bengkok perangkat desa. Hal itu bagian pekerjaan rumah, karena belum mendapatkan lahan pengganti.

Selain melengkapi sarana pra sarana di sekitar situs perahu kuno, Muntholib berharap diiringi penataan pesisir pantai. Kebetulan pantai pasir putih Karangjahe berdekatan dengan situs. Pihak desa Punjulharjo menganggap prospek kedepan cukup bagus, untuk mendatangkan wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *