Flash News
No posts found

Mayoritas Tak Berizin, Terancam Dihentikan

Usaha penggalangan kapal di Kec. Sarang Rembang terus berdenyut.

Usaha penggalangan kapal di Kec. Sarang Rembang terus berdenyut.

Sarang – Usaha penggalangan kapal nelayan di Kec. Sarang, mayoritas belum mengantongi izin. Hal ini dianggap cukup ironis, karena omset usaha mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.

Camat Sarang, Edi Kiswanto ketika dikonfirmasi hari Jumat (24 Oktober 2014) membenarkan masalah tersebut. Dari hasil pendataan, total terdapat 18 usaha kapal, kebanyakan di desa Kalipang. Namun sementara ini hanya 5 usaha yang telah mempunyai izin. Ia berharap para pelaku usaha penggalangan kapal mematuhi aturan perizinan Pemkab Rembang, karena usaha berada di dekat permukiman penduduk. Belakangan mulai muncul keluhan warga sekitar yang merasa terganggu oleh suara bising alat pemotong kayu dan polusi sisa penggergajian.

Namun ia tidak memungkiri bahwa usaha penggalangan kapal telah mengangkat perekonomian dan mengurangi angka pengangguran. Tentu lebih baik apabila kepentingan warga maupun pemilik usaha, tidak ada salah satu yang dirugikan.

Kepala Kantor Satpol PP Kab. Rembang, Slamet Riyadi mengatakan belum lama ini pihaknya sempat mendatangi sejumlah tempat penggalangan kapal di Kec. Sarang. Satpol PP tidak sekedar ingin memantau dari sisi perizinan, tetapi juga mendeteksi kemungkinan kayu kayu gelap ikut masuk. Hanya saja khusus dugaan kayu ilegal, Satpol PP perlu berkoordinasi dengan kepolisian dan Perhutani, lantaran kayu dipasok dari luar pulau Jawa, seperti Kalimantan bahkan Papua.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kab. Rembang, Sri Sugiyarti menegaskan usaha penggalangan kapal wajib mengajukan izin gangguan lingkungan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengagendakan sosialisasi, supaya pelanggaran tidak semakin berlarut larut. Apalagi jumlah usaha dari tahun ke tahun terus bertambah. Kalau tidak berizin, usaha terancam bisa dihentikan.

Kec. Sarang selama ini cukup lama menjadi sentra pembuatan perahu dan kapal. Dari ukuran kecil, sedang sampai besar. Begitu pula harganya, dari puluhan juta untuk kelas perahu tradisional, hingga dua miliar rupiah untuk kapal ukuran raksasa. Kapal Sarang sangat diminati pembeli dari berbagai daerah. Paling banyak berasal dari wilayah Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *