Flash News
No posts found

Terulang Lagi, Status Darurat Layak Ditetapkan

Sekelompok anak anak sebuah desa di Kec. Bulu asyik bermain. Kepedulian lingkungan menjadi salah satu cara agar mereka terhindar dari kasus pencabulan.

Sekelompok anak anak sebuah desa di Kec. Bulu asyik bermain. Kepedulian lingkungan menjadi salah satu cara agar mereka terhindar dari kasus pencabulan.

Rembang – Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di dalam kota Rembang.

Kali ini menimpa seorang bocah perempuan berusia 8 tahun, sebut saja bernama Mawar, sedangkan tersangka pelaku yang diduga mencabuli sudah berusia 45 tahun, merupakan tetangga korban.

Saat itu Mawar tengah asyik bermain. Tersangka kemudian memanggil korban masuk ke dalam rumahnya. Pria yang sudah diselimuti nafsu ini, sempat mengancam supaya Mawar jangan berteriak. Tersangka bahkan nekat memasukkan jari tangannya ke dalam anus korban. Setelah peristiwa tersebut, korban diperiksakan ke rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Merasa tidak terima, keluarga Mawar langsung melapor ke Polres Rembang.

Pegiat perlindungan perempuan dan anak di Rembang, Agung Ratih Kusumawardhani menduga maraknya pencabulan anak, salah satunya karena faktor lingkungan. Semisal orang tua kurang pengawasan, serta masih minimnya pendidikan sexsual kepada anak anak. Bisa jadi orang tua kesulitan memberikan materi pendidikan sex sesuai umur, tetapi paling tidak perlu ada batasan mana yang boleh dan mana pula yang dilarang. Ia berharap tiap kasus diproses hukum. Kalau diselesaikan melalui jalur kekeluargaan, tidak akan memberikan efek jera bagi tersangka.

Agung Ratih menganggap trend kenaikan kasus pencabulan anak dibawah umur, sungguh sangat memprihatinkan. Ada baiknya kalangan orang tua menetapkan status siaga satu dan pemerintah memberlakukan status darurat anak, semata mata untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang, Johan Nurwicaksono menuturkan pemerintah tidak tinggal diam menekan kasus pencabulan anak. Menurut rencana hari Senin, 27 Oktober nanti, Pemkab Rembang akan menggelar kampanye peduli anak besar besaran di Stadion Krida Rembang. Menurutnya, masyarakat musti memahami bahwa anak harus dijaga dari ancaman kekerasan, termasuk kekerasan sexsual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *