Flash News
No posts found

Kurang Perhatian, Warga Desa Terpencil Patungan

Seorang warga melintasi jalan makadam Rendeng – Pakis Kec. Sale, belum lama ini.

Seorang warga melintasi jalan makadam Rendeng – Pakis Kec. Sale, belum lama ini.

Sale – Perhatian pemerintah kabupaten Rembang terhadap penataan infrastruktur jalan poros desa terpencil, dianggap masih rendah.

Jalan menuju desa Pakis Kec. Sale misalnya. Kawasan yang berada di puncak bukit tersebut, masyarakatnya menghadapi kerusakan jalan cukup parah. Pakis merupakan salah satu desa yang jaraknya dengan pusat kecamatan Sale, paling jauh. Kerusakan jalan, semakin menghambat mobilitas warga.

Tokoh masyarakat desa Pakis Kec. Sale, Sudarto menuturkan penduduk berinisiatif menggalang dana swadaya, karena terlalu lama menunggu penanganan dari pemerintah. Tiap kepala keluarga mengeluarkan sumbangan bervariasi, antara Rp 5 ribu sampai dengan Rp 200 ribu, tergantung kondisi ekonomi masing masing.

Uang yang terkumpul sebesar Rp 15 juta akan digunakan untuk rabat beton ruas jalan Pakis – Rendeng. Sejauh ini, dari Pakis – Rendeng – Njuwet Mojosari sejauh 8 kilo meter, kualitas jalan masih buruk. Menurut Darto, perhatian pemerintah musti ditingkatkan, untuk memutus mata rantai ketertinggalan desa desa pelosok.

Camat Sale, Kunardi menjelaskan pemerintah memperbaiki jalan secara bertahap. Ia mencontohkan jalan sekitar Rendeng dulunya sangat jelek, sekarang sudah dimakadam menggunakan batu grosok. Warga Pakis belakangan memilih melintasi jalur tersebut, menuju jalan raya desa Mojosari Kec. Sedan, karena lebih dekat dibandingkan kalau lewat desa Bangunrejo Kec. Pamotan. Ia menyadari jauhnya sejumlah desa dengan pusat kecamatan. Namun Kunardi menilai sejauh ini belum ada kendala pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Seksi Peningkatan Jalan Dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang, Sigit Widyaksono mengakui dana daerah memang lebih banyak untuk memperbaiki jalan antar kecamatan.
Pada anggaran induk 2014 terdapat alokasi Rp 4,5 miliar untuk 37 paket pekerjaan jalan dan jembatan, APBD Provinsi Rp 9,9 miliar untuk 60 paket. Sementara yang lelang maupun penunjukan langsung, meliputi anggaran pusat DAK Rp 7,2 miliar untuk pemeliharaan jalan Sulang – Sumber – Kaliori, APBD Kabupaten Rp 15 M peningkatan jalan Pandangan – Gandrirojo, Rp 2 M peningkatan jalan lumba lumba Rembang, Rp 4,3 M peningkatan dan rehab jalan Kec. Kragan dan Sedan, Rp 3,8 M peningkatan dan rehab jalan Kec. Sarang, Pamotan, Gunem, Sale, serta Rp 500 juta peningkatan jalan Bawang – Karangasem Kec. Bulu.

Sedangkan khusus APBD Perubahan 2014 terdiri dari Rp 2 M untuk 11 paket pekerjaan, APBD Provinsi perubahan sebesar Rp 2,4 M untuk 10 paket. Sigit menegaskan pihaknya setuju setuju saja memprioritaskan penanganan jalan desa terpencil, asalkan DPRD juga menyetujui.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *