Flash News
No posts found

Belajar Dari Bantul, Mereka Luar Biasa

Suharso, Kepala BPBD Rembang.

Suharso, Kepala BPBD Rembang.

Rembang – Desa desa rawan bencana banjir dan tanah longsor diminta memetakan ulang kondisi lingkungan, untuk mengantisipasi bencana alam pada musim penghujan nanti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso menjelaskan kepedulian masyarakat sangat penting, karena jatuhnya korban saat bencana, bisa dicegah. Kalau desa mulai sekarang mengamati perkembangan wilayah, kemudian dilanjutkan dengan mencatat potensi kerawanan. Setelah itu baru menyiapkan solusi penanganannya seperti apa. Ia mencontohkan temuan rekahan tanah dan pohon pohon miring di puncak perbukitan.

Kalau bisa diatasi dengan cara kerja bhakti, tentu lebih baik. Tapi manakala tetap rawan menimbulkan tanah longsor, maka jalan satu satunya mengungsikan warga, begitu turun hujan deras.

Suharso menambahkan hari Kamis, tanggal 30 Oktober 2014, BPBD Rembang bersama perwakilan dinas terkait, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum, akan berkunjung ke Kab. Bantul Daerah Istimewa Yogjakarta. Daerah tersebut pernah dilanda bencana gelombang tsunami dan gempa bumi. Namun kesiapsiagaan masyarakatnya dalam penangangan pasca bencana cukup baik, bahkan terhitung cepat. Pihaknya perlu menimba ilmu dari Bantul.

Sepulang dari Bantul, BPBD berencana menggelar rapat koordinasi lintas instansi, guna membahas potensi resiko bencana. Bagaimanapun BPBD tidak bisa bergerak sendirian. Dalam perbaikan infrastruktur yang rusak karena bencana, justru DPU lebih banyak berperan, karena menangani anggaran untuk jalan, jembatan, pengairan dan perumahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *