Flash News
No posts found

Nyerobot, Polisi Siap Menindak Tegas

Kemacetan di jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem, Senin dini hari.

Kemacetan di jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem, Senin dini hari.

Lasem – Proyek pembetonan jalan belum selesai, kemacetan di jalur Pantura desa Sendangasri Kec. Lasem, Senin dini hari (27 Oktober 2014) semakin menjadi jadi.

Kemacetan baru terurai sekira pukul dua pagi. Polisi harus begadang semalaman menerapkan sistem buka tutup, karena volume truk truk besar yang melintas bertambah ramai.

Priyo Dari, seorang warga desa Sendangasri Kec. Lasem menganggap proyek pembetonan Pantura Sendangasri sangat lamban. Selain itu tidak adanya pengaturan rutin dari sisi timur dan barat, membuat banyak pengemudi saling serobot. Kalau ada sejumlah pemuda turun mengatur lalu lintas secara bergantian, biasanya kondisi arus kendaraan lebih tertib.

Kepala Urusan Pembinaan Dan Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto mengungkapkan Pantura Sendangasri hari ini terus dipantau. Sudah ada anggota kepolisian yang siaga. Kalau menjumpai kendaraan menyerobot keluar jalur, ia memerintahkan langsung ditilang saja, karena pasti mengakibatkan kemacetan. Selain itu polisi berkoordinasi dengan pelaksana proyek, kalau bisa dipercepat pengerjaannya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pantura kota Rembang hingga Batas Jawa Timur, Danang Triwibowo menuturkan saat ini pekerja terus mengebut proyek jalan. Tapi memang pembetonan butuh waktu setidaknya 7 hari, sampai benar benar matang. Berbeda dibandingkan aspal, yang bisa langsung dilalui. Tentu tak bisa buru buru, kalau dipaksakan beton mudah rusak. Danang memperkirakan peninggian dan pembetonan selesai pada bulan Desember 2014. Tujuan peninggian untuk mengurangi bencana banjir, karena tiap musim penghujan sering terendam banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *