Flash News
No posts found

Digeruduk, Pemilik Diminta Penuhi Tuntutan

Kepala Dinbudparpora Kab. Rembang, Sunarto.

Kepala Dinbudparpora Kab. Rembang, Sunarto.

Pamotan – Puluhan warga desa Bangunrejo Kec. Pamotan, Rabu malam menggeruduk sebuah warung kopi di sebelah timur desa Bangunrejo. Diduga mereka terganggu oleh suara bising warung kopi hingga larut malam. Bahkan terkadang juga ada pengunjung mabuk kemudian bertengkar, masyarakat sekitarpun merasa tidak nyaman.

Salah satu perangkat desa Bangunrejo Kec. Pamotan, Kusminanto menjelaskan pihak desa sebatas memfasilitasi keluhan masyarakat, supaya mendapatkan solusi. Dalam pertemuan di dekat warung kopi, sejumlah warga tetap menghendaki Warkop dipindah secepatnya.

Kusminanto menambahkan melalui musyawarah, warung kopi diarahkan pindah ke timur, di sekitar SMPN 3 Pamotan. Dengan lokasi semula, berjarak 200 an meter. Kebetulan tempat itu juga banyak usaha serupa, namun agak jauh dari permukiman penduduk.

Sejumlah anggota polisi dari Polsek Pamotan ikut mengamankan lokasi, mengantisipasi tindak anarkis.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang selaku pembina Warkop, Sunarto menyarankan pemilik warung kopi mau mengalah, sekaligus menuruti keinginan warga. Alasannya karena warung menempati tanah Perhutani dan bukan hak milik. Lebih lebih juga tidak ada izin dari instansi terkait. Biasanya sebatas izin lisan kepada perangkat desa setempat.

Sementara itu pemilik warung kopi asal Semarang, sehari hari biasa dipanggil Bu Widas menyatakan pihaknya sudah memasang alat peredam di dalam warung, supaya suara pengunjung berkaraoke tidak mengganggu lingkungan. Tapi kalau memang diminta pindah, ia memohon kelonggaran waktu 1 – 2 minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *